Home » News » Adian Napitupulu Berikan Sindiran Pedas Untuk Ahok Saat Bertemu Megawati

Adian Napitupulu Berikan Sindiran Pedas Untuk Ahok Saat Bertemu Megawati



Jakarta – Politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu mengatakan, ketika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Presiden Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berangkat dalam satu mobil menuju Rapimnas Golkar maka peristiwa itu bukan lagi signal senter tapi sudah signal mercusuar, jelas, terbuka.

Adian Napitupulu Berikan Sindiran Pedas Untuk Ahok Saat Bertemu Megawati

Bahkan menurut Adian, enam Cagub yang sudah diseleksi PDI Perjuangan pun tidak mengalami keistimewaan seperti itu.

“Istilah kata, kalau calon menantu, calon mertua dan wali besan susah duduk satu mobil maka jadi tidaknya pernikahan tinggal menunggu keberanian si calon menantu menyampaikan keinginannya,” kata Adian melalui pesan singkatnya, Sabtu (30/7/2016).

Sayangnya di momentum indah luar biasa itu, kata Adian, Ahok justeru grogi dan langsung putus asa, lidahnya kelu, bibir bergetar tanpa suara.

Pernyataan Megawati “Partai punya mekanisme” tidak bersambut pertanyaan dari Ahok “mekanisme apa dan bagaimana Bu?”.

“Obrolan yang sudah menjurus keputusan kemudian berlanjut dengan obrolan lain yang tidak ada hubungannya,” ujarnya.

Menurut Adian, disaat genting itu pikiran Ahok berkelana sendiri, mengkhayal sendiri dan bingung sendiri tanpa berani bertanya tentang mekanisme yang dimaksud Megawati.

Sementara di mobil yang sama Megawati tetap tersenyum, biasa saja tanpa ekspresi bersiap menolak.

“Jika percakapan dalam mobil itu jadi film, mungkin penonton akan berteriak sama-sama “Yeee elo Hok, cuma ngomong aja susah bener, Ego lo kegedean atau nyali yang kekecilan,”‎ ujarnya.

Ternyata, lanjut Adian, Ahok masih ABG (anak baru gede), mau menikah tapi tidak berani ambil tanggung jawab, mau melamar tapi takut syarat.

“Diluar ngomong keras tapi pas ketemu Ibu Megawati dengkul lemas,” ujarnya.

Teman Ahok kata Adian, sudah Ikhlas, tiga partai sudah rela, Jokowi sudah mengajak, Megawati sudah memberi ruang semobil.

Sekarang tergantung Ahok apakah nanti 2.650 kader ranting PDI Perjuangan, dan 6 ribu kader PDI Perjuangan di tingkat RW, 60.000 kader dan 200.000 simpatisan di 30.000 RT, 28 Kader di DPRD dan 109 angggota DPR RI yang akan di sebarkan memenangkan 265 kelurahan serta Ribuan Kader dari Organisasi Sayap Partai kelak akan jadi “saudara” Ahok.

“Atau lawan Ahok di Pilkada tergantung dari keberanian Ahok berbicara dan meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan,” katanya. (Hendy – sisidunia.com)