sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pengacara Jessica Ungkit Uang Rp 140 Juta Yang Diterima Barista Kafe

Pengacara Jessica Ungkit Uang Rp 140 Juta Yang Diterima Barista Kafe



Jakarta – Salah seotang barista Cafe Olivier yang bernama Rangga Dwi Saputra telah dituding oleh pengacara Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan telah menerima uang Rp 140 juta. Otto juga menyatakan bahwa uang ratusan juta yang diterima Rangga tersebut diberikan oleh suami Wayan Mirna Salihin, Arief Soemarko. Otto menduga bahwa Arief yang memberi uang tersebut ke Rangga, agar memberi racun sianida ke kopi milik istrinya.

Pengacara Jessica Ungkit Uang Rp 140 Juta Yang Diterima Barista Kafe

“Rangga mengaku sama dokter waktu diperiksa. Dia juga mengiyakan kalau menerima transfer dari Arief untuk membunuh Mirna. Itu ada dalam BAP (berita acara pemeriksaan) polisi. Kami bukan mengada-ngada,” kata Otto, kemarin.

Tudingan yang dilayangkan pengacara Jessica pun langsung dibantah oleh Rangga kala itu. “Saya membantah, Yang Mulia. Kalau saya terima, saya sudah berhenti kerja,” tutur Rangga.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Khrisna Murti membenarkan pernyataan yang dibuat oleh Rangga. Krishna menjelaskan awal terjadinya tuduhan uang Rp140 juta tersebut. Awalnya, menurut Khrisna, Rangga didatangi sejumlah wartawan.

“Rangga kemudian curhat ke psikiater, ada wartawan yang menuduh dia, datangi dia dan bilang Rangga dapat transferan dari Arief, jadi itu curhatan Rangga di psikiater. Itu catatan medis dari psikiater,” ucap Krishna di Jakarta, Kamis (28/07/2016).

“Tidak ada di-BAP, jadi itu kan kami mem-profile semua potential suspect. Jadi salah satu caranya kami membawa ke psikater. Itu adalah hasilnya, psikiater hasil dari curhatannya Rangga,” ujar Krishna.

Bukan hanya Rangga saja yang menjalani pemeriksaan psikiater, namun saksi-saksi lainnya juga ikut diperiksa kejiwaannya untuk mencari potential suspect.

“Jadi itu bukan hanya Rangga yang kami bawa ke psikater, yang lain juga kami periksa, kami profile, supaya untuk mencari tahu keterangan itu valid atau tidak,” kata Krishna.