sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Menteri Basuki Targetkan Indonesia Bebas Pemukiman Kumuh Tahun 2019

Menteri Basuki Targetkan Indonesia Bebas Pemukiman Kumuh Tahun 2019



Surabaya – Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan bahwa negara-negara didunia harus belajar dan mendapatkan inspirasi dari acara Preparatory Comittee Meeting (PrepCom) 3 ke Konferensi Habitat III yang diadakan di Surabaya.

Menteri Basuki Targetkan Indonesia Bebas Pemukiman Kumuh Tahun 2019

“Mari kita semua belajar dan terinspirasi dari Surabaya dan Indonesia dalam mewujudkan agenda pembangunan perkotaan yang ideal dalam dua puluh tahun ke depan,” terang Menteri Basuki Hadimuljono dalam acara Welcoming Ceremony Habitat III Prepcom 3 di Plenary Room, Grand City Convention & Exhibition, Surabaya, Senin (25/7/16).

Basuki juga menambahkan bahwa Agenda Baru Perkotaan yang merupakan hasil dari Habitat III harus dijadikan sebagai acuan untuk pembangunan perkotaan dan pemukiman di Indonesia. Caranya dengan menerapkan program 100-0-100 yang berarti 100 persen sanitasi layak, 0 persen pemukiman yang kumuh dan 100 persen air minum yang layak di tahun 2019 mendatang.

Habitat III merupakan sebuah agenda yang dilakukan oleh Partai Serikat Bangsa-bangsa (PBB) guna meninjau dan memastikan komitmen bersama demi mencapai pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Habitat III diadakan oleh PBB setiap 20 tahun sekali. Acara ini akan diselenggarakan pada 17 hingga 20 oktober 2016 di Quito, Ecuador.

Joan Clos selaku Secretary General of Habitat III tersebut merasa bangga terhadap kota Surabaya yang dinilai sebagai kota yang nyaman untuk ditempati oleh warganya. “Surabaya mewakili sebuah kota yang ramah. Belajar dari Surabaya di mana buaya dan hiu dapat hidup dalam damai. Terimakasih atas terselenggaranya konferensi ini dan kita bertemu kembali di Quito,” pujinya.

(bimbim)