Home » News » Menteri Luhut Ajukan Syarat Bagi Asing Yang Ingin Menangkap Ikan Di laut Natuna

Menteri Luhut Ajukan Syarat Bagi Asing Yang Ingin Menangkap Ikan Di laut Natuna



Jakarta – Persoalan penangkapan ikan secara ilegal atau yang biasa disebut dengan ilegal Fishing memang menjadi salah satu masalah yang sangat pelik yang dihadapi oleh negara Indonesia. Apalagi terkait dengan penangkapan ikan tersebut yang berada di laut Natuna.

Menteri Luhut Ajukan Syarat Bagi Asing Yang Ingin Menangkap Ikan Di laut Natuna

Laut Natuna memang menjadi salah satu tempat yang memang banyak dihuni oleh beragam jenis ikan yang melimpah. Sehingga banyak nelayan yang menjadikan laut Natuna sebagai tempat utnuk penangkapan ikan guna meraih hasil yang banyak. Selain nelayan Indonesia sendiri banyak juga nelayan asing yang melakukan penangkapan di laut Natuna.

Hal tersebutlah yang membuat menteri Luhut menyatakan bahwa negara asing seperti Tiongkok boleh menangkap ikan di laut Natuna. Namun, tidak boleh bergerak atau jalan sendiri. Orang asing tersebut harus membentuk joint company atau perusahaan bersama orang Indonesia. Setelah ada itu, baru mereka boleh menangkap ikan di laut Natuna.

“Silakan saja. Dari negara mana saja boleh tapi harus joint company,” kata Luhut saat Coffee Morning di Kementerian Polhukam, Jakarta.

Ia menjelaskan, Indonesia membuka kesempatan kepada perusahaan dari mana saja untuk investasi di Natuna. Indonesia akan mendapat untung jika ada investasi dari perusahaan luar. Namun, semuanya harus mengikuti hukum dan aturan Indonesia. Mereka tidak boleh seenaknya karena Natuna adalah wilayah Indonesia.

“Nelayan-nelayan kita dari Laut Jawa juga akan kita relokasi ke sana. Karena Laut Utara Jawa sudah mulai kering ikan. Kita dorong ke sana karena masih bagus,” tutur purnawiran TNI ini.
(Muslich Basyirun – sisidunia.com)