Home » News » Inilah Pengakuan Ketua DPRD DKI Saat Pertemuan di Rumah Aguan

Inilah Pengakuan Ketua DPRD DKI Saat Pertemuan di Rumah Aguan



Jakarta – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, pertemuan di rumah Chairman PT Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan hanya sekadar pertemuan santai.‎ Pertemuan di rumah Aguan itu terjadi pada Desember 2015. Selain Prasetyo, hadir juga Wakil Ketua DPRD DKI Mohammad Taufik, Ketua Fraksi DPRD DKI Partai Hanura Muhammad ‘Ongen’ Sangaji, anggota DPRD DKI dari Fraksi PKS Selamat Nurdin dan Ketua Komisi D DPRD DKI Mohammad Sanusi.

Inilah Pengakuan Ketua DPRD DKI Saat Pertemuan di Rumah Aguan

“Pertemuan itu hanya makan-makan, santai saja. Karena banyak tamu jadi tidak ada bahas apa-apa,” kata Prasetyo dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

“Pertemuan itu merupakan undangan dari Pak Aguan. Saya langsung menelepon rekan-rekan lainnya, Bapak M Taufik, Bapak Ongen Sangaji, dan Bapak Selamat Nurdin,” ‎kata Prasetyo.

“Saya sudah lama tidak ketemu Pak Aguan. Pas Desember, saya telepon Pak Ongen untuk silaturahmi dengan Pak Aguan,” kata Prasetyo.

Jaksa mendakwa Presdir PT APL Ariesman Widjaja menyuap Anggota DPRD DKI M Sanusi sebesar Rp 2 miliar. Uang itu diberikan agar Sanusi mengakomodir pasal-pasal yang tercantum dalam Raperda RTRKS Pantai Utara Jakarta sesuai dengan keinginan Ariesman. Termasuk pasal soal tambahan kontribusi.

Atas perbuatannya, Ariesman didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
(Muslich Basyirun – sisidunia.com)