Home » News » Bisa Kelola Sampahnya Sendiri, Pemprov DKI Mengaku Lebih Hemat

Bisa Kelola Sampahnya Sendiri, Pemprov DKI Mengaku Lebih Hemat



Jakarta – Isnawa selaku Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta menjelaskan, dalam setahun, Pemprov DKI membayar PT GTJ sebesar Rp 350 miliar untuk tipping fee pengelolaan TPST Bantargebang. Pembayaran itu dihitung berdasarkan tonase pengangkutan sampah yang dilakukan PT GTJ. Dengan swakelola yang dilakukan Dinas Kebersihan, penghematan anggaran Pemprov bisa mencapi 30 persen-40 persen.

Bisa Kelola Sampahnya Sendiri, Pemprov DKI Mengaku Lebih Hemat

“Yang pasti kami bayar tipping fee itu bisa Rp 350 miliar per tahun. Sekarang nggak ada lagi GTJ, jadi jelas lebih hemat anggaran, dan bisa kami alihkan ke berbagai keperluan,” ujar Isnawa di TPST Bantargebang, Minggu (24/7/2016).

Isnawa Adji mengatakan, swakelola yang dilakukan Dinas Kebersihan atas Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, akan menghemat anggaran Pemprov DKI. Salah satunya anggaran operasional Dinas Kebersihan, hingga kompensasi kepada masyarakat sekitar Bantargebang atau biasa disebut community development. Untuk community development ini, Dinas Kebersihan menganggarkan dana sebesar Rp 500.000 per tiga bulan untuk 18.000 kepala keluarga (KK), sebelumnya hanya Rp 300.000 untuk 15.000 KK.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memutus kontrak dengan GTJ J.O. NOEI, Selasa (19/7/2016). Pengakhiran perjanjian tersebut dilakukan, karena GTJ J.O. NOEI telah gagal memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam perjanjian sebagaimana telah diperingatkan dalam Surat Peringatan (SP) kesatu, kedua, dan ketiga.

Untuk merealisasikannya Pemprov DKI juga Berencana Berikan BPJS Untuk Pemulung di Bantargebang
(Muslich Basyirun – sisidunia.com)