sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Inilah Desa Gumeng Tempat Putra Presiden Jokowi Jalani KKN

Inilah Desa Gumeng Tempat Putra Presiden Jokowi Jalani KKN



Mojokerto – Putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa terpencil bernama desa Gumeng di daerah Mojokerto. Dirinya harus menetap disalah seorang orangtua asuh nya di desa Gumeng tersebut.

Inilah Desa Gumeng Tempat Putra Presiden Jokowi Jalani KKN

Kaesang ternyata tak sendirian, dia ditemani oleh beberapa mahasiswa Singapore Institute of Management (SIM) tempat dimana ia menimba ilmu. Mahasiswa tersebut datang dari berbagai negara di dunia. Mereka datang ke desa Gumeng ini karena mereka sedang melaksanakan Community Outreach Program (COP), semacam KKN yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Petra Surabaya.

COP yang diselenggarakan oleh UK Petra tersebut diikuti sekitar 201 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi di sembilan negara yang berbeda. Pihak Universitas menyosialisasikan kepada mahasiswa dan mengadakan seleksi. Seleksi tersebut digunakan untuk menyortir dari ribuan mahasiswa yang mendaftar, disortir menjadi ratusan orang saja.

”Kami tahu Mas Kaesang ikut program itu juga dari hasil seleksi yang dikirimkan SIM University, Singapura,” ujar Herri Christian selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UK Petra.

Namun kehadiran seorang putra presiden datang ke daerah terpencil di daerah Mojokerto tersebut membuat heboh banyak orang. Kaesang menolak untuk diistimewakan dan ia ingin membaur dengan peserta lainnya. Desa Gumeng tiba-tiba saja menjadi heboh.

Desa Gumeng ini awalnya merupakan desa yang biasa-biasa saja. Desa ini hanya dikenal warga desa sebelah saja. Jarak desa ini sekitar kurang lebih 30 meter dari Terminal Mojokerto. Setelah sampai di terminal, berjalanlah ke arah jalan raya menuju ke arah Pacet, lalu beloklah kanan. Pintu masuk desa tersebut hanya satu, yakni hanya dari arah jalan raya menuju Pacet tersebut. Walau bisa dilalui oleh dua mobil, namun jalan masuknya tersebut cukup sempit.

(bimbim)