sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Dinsos Akan Pulangkan Pendatang Yang Berpotensi Menjadi Pengemis di DKI

Dinsos Akan Pulangkan Pendatang Yang Berpotensi Menjadi Pengemis di DKI



Jakarta – Kota Jakarta semakin lama semakin membeludak. Setiap tahunnya semakin banyak pendatang baru yang ingin mencari nafkah di kota metropolitan tersebut. Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil mengambil sebuah langkah tentang masalah pendatang baru yang semakin lama semakin memenuhi Jakarta.

Dinsos Akan Pulangkan Pendatang Yang Berpotensi Menjadi Pengemis di DKI

Dinas Sosial DKI Jakarta mengarahkan ratusan petugas Dinas Sosial dari lima wilayah administrasi kota untuk melakukan penyisiran di pemukiman-pemukiman penduduk di masing-masing wilayah, pada Rabu (13/7/2016).

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Masrokhan mengatakan bahwa banyak pendatang baru tidak memiliki ketrampilan kerja, sehingga rentan menjadi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

“Intinya tidak ada jaminan untuk dia bisa bertahan di Jakarta. Untuk itu kami juga berkordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), nantinya petugas kami akan ikut mendeteksi dini terhadap pendatang baru yang rentan menjadi PMKS,” paparnya.

Pendatang baru yang tidak bisa beradaptasi dan bertahan di Jakarta akan dipulangkan ke daerah asalnya guna mengurangi angka kepadatan penduduk.”Ini kita lakukan sebelum mereka mengemis di jalan karena tidak punya pekerjaan. Maka lebih baik mereka kita pulangkan untuk dapat pekerjaan lebih baik di daerah asalnya,” tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengarahkan Dinas sosial untuk mendorong para pendatang baru untuk menempati rumah susun yang disediakan oleh pemerintah DKI Jakarta. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah pendatang baru membangun rumah semi-permanen di bantaran kali ataupun di kolong-kolong jembatan.

“Untuk itu kami juga akan memberikan sosialiasi terkait pendatang baru ini kepada camat, lurah, pengurus RT dan RW setempat agar kita bisa mengantisipasi adanya urbanisasi pasca lebaran,” pungkas Masrokhan.

(bimbim)