Home » Gaya Hidup » Lima Teknik Memasak Yang Sering Digunakan

Lima Teknik Memasak Yang Sering Digunakan



jakarta – Dalam mengolah masakan, tak hanya bahan baku saja yang perlu diperhatikan kualitasnya. Cara memasak makanannya pun sama pentingnya dengan apa yang hendak Anda makan. Baik itu di goreng, panggang, atau diasapi, produksi karsinogen bisa jadi terbentuk saat asam amino, gula, dan creatine bereaksi pada suhu yang tinggi.

Lima Teknik Memasak Yang Sering Digunakan

Jika proses memasak tidak dilakukan dengan benar, protein dalam makanan bisa terdenaturasi atau kehilangan struktur karena panas. Semakin dipanaskannya protein, maka semakin besar terdenaturasi dan semakin kecil kemungkinan untuk tubuh mendapat keuntungan dari senyawa yang ada.

Berikut lima teknik memasak yang biasa digunakan :

1. Direbus
Merebus makanan adalah paling mudah dan sering diterapkan oleh sejumlah masyarakat. Memasak makanan dengan direbus hingga mendidih pun dapat membantu mencegah lemak dari oksidasi sehingga makanan lebih sehat.

2. Digoreng
Dari seluruh cara memasak yang disebutkan, teknik memasak dengan menggoreng bisa dikatakan menjadi teknik yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia. Meski mudah dan sederhana, teknik ini ternyata disebut sebagai salah satu cara terburuk dalam mengolah makanan Anda.

3. Dibakar
Memasak daging di atas api terbuka atau panggangan memang membuat sensasi makanan terasa lebih nikmat. Namun, sama halnya dengan memanggang cara ini dapat menyebabkan beberapa masalah serius. Seperti misalnya saat lemak bertemu bara api, itu dianggap jadi penyebab peradangan dan kanker.

4. Dipanggang
Memanggang masakan, kerap menjadi salah satu pilihan setiap melakukan kreasi masakan. Namun, saat menggunakan cara ini, masakan mendapatkan suhu panas yang lebih tinggi, tak ayal ini dapat menyebabkan semua bagian daging menjadi kecoklatan. Lainnya, hal ini juga memicu terjadinya proses denaturasi protein yang melebihi metode lainnya.

5. Slow cooking
Selain direbus, slow cooking atau cara memasak lambat pun dikatakan adalah cara yang mudah dan efisien waktu untuk menyiapkan makanan. Tetapi di sisi lain, cara ini juga memiliki beberapa kelemahan. Meski cara ini dapat memecah kolagen, membuat makanan lembut, dan hidangan daging lebih lezat karena bumbu meresap baik. Sayangnya, dapat juga menghasilkan glutamat karena daging terlalu matang. Itulah sebabnya Anda harus tahu bagaimana memasak lambat dengan cara yang benar.
(Muslich Basyirun – sisidunia.com)