Home » News » RI Coret Operasi Militer Pembebasan Sandera di Filipina

RI Coret Operasi Militer Pembebasan Sandera di Filipina



Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia memutuskan untuk mencoret opsi operasi militer dalam membebaskan 10 anak buah kapal asal Indonesia yang disandera kelompok pemberontak Filipina, Abu Sayyaf. Kesepuluh ABK tersebut diculik secara terpisah. Tujuh diculik di Laut Sulu Filipina pada 20 Juni, sedangkan tiga diculik di perairan Sabah Malaysia pada 9 Juli.

RI Coret Operasi Militer Pembebasan Sandera di Filipina

“Opsi untuk melakukan operasi militer masih kami kesampingkan karena ini menyangkut konstitusi negara lain,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan usai bertemu Presiden Indonesia Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (12/7/2016).

“Kalau ada orang Filipina disandera di sini, apakah kita (Indonesia) izinkan tentara sana (Filipina) datang? Kan tidak,” ujar JK secara terpisah di Istana Wakil Presiden.

Meski demikian, JK menyatakan pemerintah RI masih membujuk Filipina untuk memberikan izin bagi militer Indonesia untuk menggelar operasi di sana.

Operasi militer di Filipina pun, kata JK, bukan tanpa risiko. “Masyarakat harus memahami bahwa semua punya risiko. Mau terjadi baku tembak di laut ya tak apa-apa asal harus izin ke Filipina.”

Penculikan dan penyanderaan terhadap ABK Indonesia dilakukan oleh komplotan yang jadi bagian dari Abu Sayyaf –militan dengan basis di selatan Filipina yang disebut telah berbaiat kepada kelompok radikal Negara Islan Irak dan Suriah (ISIS). Pertempuran besar antara pasukan Filipina dengan anggota Abu Sayyaf masih berlangsung hingga kini. Militer Filipina menggempur Abu Sayyaf dari darat dan udara.
(Muslich Basyirun – sisidunia.com)