sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Gara-gara Pokemon Go, Pebisnis Ini Sebut Negaranya Payah

Gara-gara Pokemon Go, Pebisnis Ini Sebut Negaranya Payah



Singapura – Nintendo telah merilis sebuah aplikasi permainan baru yang sangat menarik untuk semua kalangan masyarakat. Permainan tersebut adalah Pokemon Go yang sekarang sudah booming di beberapa negara. Permainan berteknologi augmented reality itu memang telah menjadi viral di AS sejak dirilis pada 6 Juli lalu. Pokemon GO baru tersedia untuk pengguna gadget Android dan Apple di AS, Australia, dan Selandia Baru, namun dijanjikan akan menyusul rilis di Eropa dan Asia pada beberapa hari mendatang.

Gara-gara Pokemon Go, Pebisnis Ini Sebut Negaranya Payah

Namun ada beberapa kejadian yang disayangkan dengan adanya Pokemon Go tersebut. Beberapa kejahatan telah terjadi di beberapa negara dan juga kecelakaan karena aplikasi permainan tersebut. Yang terbaru adalah seorang pebisnis asal Australia yang bekerja di salah satu perusahaan real estate yang ada di Singapura telah dipecat oleh perusahaan tersebut lantaran mengucapkan kata-kata yang dianggap kotor dan telah menghina negara Singapura.

Sonny Truyen yang mempunyai jabatan sebagai wakil kepala digital marketing memposting sebuah komentar yang dinilai sebagian masyarakat Singapura telah melecehkan negara tersebut. Sonny Truyen memposting sebuah komentar di akun facebook yang menyatakan bahwa negara Singapura adalah negara yang payah lantaran permainan Pokemon Go belum tersedia di negara tersebut.

“Di negara yang payah ini saya tak bisa menangkap Pokemon,” tulisnya, menggunakan pilihan kata yang dinilai kasar.

“Karena Singapura penuh dengan orang-orang bodoh seperti Anda. Saya sudah menjelaskan penyebabnya di awal kalimat saya,” balas Truyen.

Dari pernyataannya tersebut CEO perusahaan tempatnya bekerja mengklarifikasi dan meminta maaf atas tindakan salah satu pekerjanya tersebut dan telah memecat Sonny Truyen karena menghina negara Singapura.

“Kami adalah perusahaan yang berbasis di Singapura dan kami sama sekali tak mendukung perilaku atau bahasa yang buruk seperti itu,” demikian rilis pernyataannya pada Minggu (10/7/2016).

“Kami telah memutuskan hubungan kerjanya, segera setelah insiden tersebut menarik perhatian kami,” tambah pernyataan itu.
(Muslich Basyirun – sisidunia.com)