sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » KPK Dalami Kasus I Putu Sudiartana

KPK Dalami Kasus I Putu Sudiartana



Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kasus dugaan suap yang melibatkan mantan Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat I Putu Sudiartana.

KPK Dalami Kasus I Putu Sudiartana

“KPK masih mendalami perannya (Putu) sebagai makelar APBN,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada wartawan, Minggu (10/7/2016).

Menurutnya, pendalaman atas dugaan peran Putu sebagai makelar APBN didasarkan bukti dan petunjuk penggunaan rekening koleganya. Pemilik rekening tersebut ialah Ni Luh Putu Sugiani, pengurus LSM antikorupsi Jarrak Bali yang dibentuk Putu. Putu menggunakan rekening tersebut untuk menerima uang Rp300 juta dari pengusaha di Sumatra Barat.

“Biar aman kali ya, menggunakan rekening pihak ketiga (Ni Luh). Akal sehat kita sih biar yang bersangkutan (Putu) merasa aman, begitu,” kata Saut.

Selain Ni Luh, menurut Saut, KPK juga mendalami keterlibatan staf Wakil Ketua Umum Partai Demokrat EE Mangindaan, Ipin

“Sejauh ini, belum kita peroleh (informasi keterlibatan Ipin) nanti kita lihat dalam pendalamannya. Ada berbagai asumsi, kita tidak boleh masuk di situ dulu,” ujar Saut.

“Rekeningnya (Ni Luh) dipakai dan dia aktif berkomunikasi dengan IPS (Putu). Dia (Ni Luh) juga aktif membantu (Putu) untuk menagih uang kepada pengusaha-pengusaha (Yogan Askan, pemberi suap Rp500 juta),” tukasnya.

Sebelumnya, juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku tidak ambil pusing dengan kondisi Putu yang mengalami stres setelah ditahan KPK.

“Jangan main api, nanti terbakar. Saya dengar dari KPK yang bersangkutan stres setelah ditahan. Itulah (akibatnya) kalau main api,” kata Ruhut.

Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan enggan mengomentari penangkapan Putu oleh KPK. “Mending ngomongin mudik saja. Itu (kasus Putu) lain kali saja,” elak Hinca.
(Muslich Basyirun – sisidunia.com)