Home » News » Dipadati Pengunjung, Sampah Berserakan di Kota Tua

Dipadati Pengunjung, Sampah Berserakan di Kota Tua



Jakarta – Libur Lebaran tiba, banyak warga Jakarta yang mudik ke kampung halamannya masing-masing. Tetapi ada juga warga asli Jakarta yang tidak mudik. Selama liburan, mereka menyiasatinya dengan berlibur ditempat-tempat wisata. Salah satu tempat tujuan wisata adalah Kota Tua Jakarta.

Dipadati Pengunjung, Sampah Berserakan di Kota Tua

Kota Tua Jakarta selama libur lebaran dipadati oleh para pengunjung. Disana ada atraksi manusia patung, atau museum-museum. Ada yang menarik perhatian pengunjung Kota Tua, Sabtu (9/7/2016). Kepala Satpol PP DKI Jakarta Jupan Ruyter sangat marah ketika melihat sampah-sampah berserakan di Taman Fatahillah.

Jupan mengatakan “Sampah seharusnya kan ada kesadaran masyarakat tidak membuang sembarang. Lihat ini, bingung saya, ndableg orang-orang ini.”

Kepala Satpol PP DKI Jakarta tersebut mengungkapkan kekesalannya di hadapan pasukan Satpol PP yang bertugas. Ia melihat warga enggan membuang sampah didekatnya. Warga pun heran ketika melihat Jupan marah-marah.

Perda Nomor 3 Tahun 2013, lanjutnya, menyebutkan bahwa orang yang membuang sampah sembarangan di ruang publik dapat dikenakan denda Rp 500.000.

“Gimana mau gue denda, kena semuanya ini kalau didenda, habis pengunjungnya,” kata Jupan sambil menunjuk-nunjuk pengunjung di sekelilingnya.

Pusat informasi Unit Pengelola Unit Kawasan Kota Tua menghimbau warga melalui pengeras suara agar tidak ada yang membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut. Akan tetapi, imbauan tersebut tidak dihiraukan sama sekali.

Banyak yang masih meninggalkan sampahnya di plasa depan pusat informasi yang terletak di sebelah Museum Seni Rupa. Kepala UPK Kota Tua Novriadi S Husodo berkata bahwa pihaknya memiliki keterbatasan tenaga kebersihan. Hanya dua petugas kebersihan yang sejak pagi hingga sore tak berhenti memunguti dan membuang sampah-sampah tersebut.

“Besok pagi akan kami pertebal lagi karena besok pagi akan menumpuk sampah. Ini memang masalah paling berat di Kota Tua. Susah memang karena sudah jadi karakter masyarakat ya suka malas membuang di tempat sampah,” kata Novriadi.

(bimbim)