Home » Gaya Hidup » Mahasiswi Berhijab Ceritakan Pengalamannya Berpuasa di Inggris

Mahasiswi Berhijab Ceritakan Pengalamannya Berpuasa di Inggris



Jakarta – Menjalani Ramadhan bagi sebagian mahasiswa rantau yang jauh dari kampung halaman kerap membangkitkan kerinduan yang dalam kepada keluarga. Apalagi, jika merantau ke negeri asing yang jauh serta status sebagai minoritas akan sulit untuk merasakan semarak Ramadhan seperti layaknya di Indonesia sendiri.

Mahasiswi Berhijab Ceritakan Pengalamannya Berpuasa di Inggris

Salah satunya adalah Tika Widyaningtyas yang kini sedang menempuh studi S-2 di Inggris dan merasakan Ramadan pertama di Negeri Ratu Elizabeth II tersebut. Cewek asli brebes tersebut berkata bahwa puasa di Inggris lebih lama sekitar 5 jam daripada puasa di Indonesia. Di awal Ramadhan, lama puasa di Inggris kurang lebih sekitar 18 jam lamanya. Mulai Berpuasa pada subuh pukul 3:07, dan berbuka di waktu maghrib pada pukul 9.11 malam.

“Semakin mendekati lebaran, semakin lama. Kami berpuasa hingga 18 jam 35 menit, dari pukul 2.55 sampai 9.26 malam,” ungkap Tika seperti yang dilansir dari Okezone.com.

Tika pun tidak merasa kesulitan ketika beradaptasi puasa ketika jauh dari rumah dan keluarga, karena Tika telah terbiasa merantau sejak tahun 2007. Menurutnya, berpuasa di Indonesia lebih berat ketimbang berpuasa di Inggris.

“Terutama di Jakarta dan Surabaya, karena cuaca enggak terlalu terik walaupun musim panas. Apalagi sudah enggak ada kegiatan perkuliahan selain mengerjakan tesis,” imbuh alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut.

Toleransi masyarakat Inggris terhadap para muslim selama bulan Ramadhan cukup baik menurutnya. Meski begitu, tak sedikit teman-teman tika disana merasa “kaget” setelah mengetahui bahwa Tika berpuasa seharian tanpa makan dan minum selama sebulan penuh. Temannya itu takut kalau Tika bisa sakit karena berpuasa selama periode yang amat panjang tersebut.

“Tapi setelah saya bilang saya biasa berpuasa sejak kecil, mereka mahfum bahkan takjub. Ada juga yang kritis bertanya kenapa tuhan saya tega memerintahkan saya tidak makan, dan sebagainya. Yang lucu, beberapa teman kerap ikut-ikutan puasa, terutama laki-laki, karena mereka merasa tertantang. Tapi sejauh ini belum ada yang sukses puasa sehari penuh,” paparnya.

“Karena mengetahui saya berpuasa, teman-teman menyisihkan sebagian makanan yang mereka bawa untuk saya saat berbuka,” ujar mahasiswa University of Southampton itu.

Pemilik nama pena Tika We ini juga tetap berolahraga demi menjaga kesehatannya. Dia berolahraga disela-sela berbagai kegiatan yang dilakoninya. Olahraga yang dia pilih adalah bulutangkis dan fitness dance.

“Semua saya jalani dengan teman-teman. Bisa dibilang hampir tidak ada rutinitas yang dikurangi karena berpuasa,” pungkas dara kelahiran 20 November 1989 itu.

(bimbim)