sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ahok Ingatkan Pejabat Eselon DKI Tak Terima Suap Dalam Bentuk Apapun

Ahok Ingatkan Pejabat Eselon DKI Tak Terima Suap Dalam Bentuk Apapun



Jakarta – Akhirnya Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering kita sebut “Ahok” mencopot jabatan Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta Ika Lestari Aji, buntut keributan pembelian lahan di Cengkareng Barat. Ahok juga melantik pejabat eselon II, III, dan IV baru di lingkungannya.

Ahok Ingatkan Pejabat Eselon DKI Tak Terima Suap Dalam Bentuk Apapun

Ahok memberikan sambutannya kepada bawahannya beserta petuah-petuah yang salah satunya ialah jangan menerima suap, melakukan pungutan liar (pungli dengan memanfaatkan jabatan, karena semua itu termasuk tindak pidana korupsi.

Ahok memberi contoh dari kehidupannya sendiri disaat masih menjabat sebagai Bupati Belitung Timur waktu itu enggan menerima sesuatu dalam wujud apapun dari pengusaha. Menurut Ahok, pemberian tersebut termasuk gratifikasi.

“Saya tidak ingin bapak-ibu terima sesuatu dalam bentuk apa pun dari siapa pun juga, karena enggak ada yang gratis di dunia ini. Jika terima suap atau pungli, bapak-ibu sama seperti membengkokkan keadilan dan kebenaran,” ujar Ahok di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/7/2016).

Pejabat yang dilantik hari ini total berjumlah 103 orang. 4 orang menjabat eselon II, 20 orang pejabat administrator atau eselon III, dan 79 pejabat pengawas IV.

Arifin MAP dilantik menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta menggantikan Ika Lestari. Sebelumnya, Arifin menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Pusat dan posisinya kini digantikan Bayu Meghantara.

Lalu Premi Lasar dilantik sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, dan Jayadi dilantik sebagai Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur.

Harapan Ahok adalah seluruh pejabat bisa menaati sumpah yang diucapkan, terutama soal tidak menerima pemberian apapun dan siapapun juga. (bimbim)