Home » News » Muslim Inggris Merasakan Ketakutan Pasca Referendum Brexit

Muslim Inggris Merasakan Ketakutan Pasca Referendum Brexit



London – Akhirnya Inggris mengungkapkan bahwa negara tersebut tidak lagi tergabung dengan Uni Eropa atau bisa juga disebut dengan referandum Bexit yang artinya Inggris telah keluar dari Uni Eropa.

Muslim Inggris Merasakan Ketakutan Pasca Referendum Brexit

Selain itu, sebagian rakyat Inggris merasa bahwa Inggris terbebani oleh Uni Eropa, di mana Uni Eropa membuat peraturan yang dinilai banyak membatasi bisnis di Inggris. Ada lagi hal lainnya yang menjadi pertimbangan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa yaitu salah satu prinsip Uni Eropa tentang ‘Free Movement’ yang membawa banyak imigran datang dan menetap di Inggris.

Dengan adanya Brexit tersebut tentunya akan berakibat pada imigran-imigran yang ada di Inggris, terutama warga muslim yang berada di Inggris. Muslim Inggris sekarang merasakan ketakutan pasca keputusan referendum yang memenangkan kelompok Brexit. Mereka tidak tahu nasibnya ke depan setelah Inggris keluar dari Uni Eropa. Survei tahunan oleh kelompok monitor kebencian dan anti-Muslim, Tell MAMA menunjukan peningkatan insiden melawan Muslim mencapai 326 persen tahun lalu. Sementara kelompok Dewan Muslim Inggris mengatakan ada sekitar 100 aksi berlatar kebencian per pekannya.

“Sebelumnya saya berpikir Inggris keluar dari Uni Eropa hanya lelucon, namun setelah BBC dan media berita lain melaporkan saya mulai mengkhawatirkan keluarga saya,” ujar Brit Sajda Khatun, imigran yang tinggal di Whitechapel.

Sama dengan Muslim lainnya di London, Khatun dan keluarganya ikut berpuasa selama Ramadhan.”Buat semua yang tinggal di Hamlet ini seperti akan menjadi buruk buat kita,” ujarnya.

Ia menceritakan bagaimana Muslimah kerap kali mendapat diskriminasi di jalan. Belum lagi jika pemerintahan baru nanti memangkas anggaran buat membantu para imigran. (Muslich Basyirun – sisidunia.com)