Home » News » Jokowi Ijinkan Kepolisian Tembak Pengedar Narkoba

Jokowi Ijinkan Kepolisian Tembak Pengedar Narkoba



Jakarta – Indonesia merupakan salah satu negara yang berada pada tingkat darurat narkoba. Banyaknya angka kematian yang disebabkan oleh narkoba menjadi suatu permasalahan sangat pelik yang dihadapi oleh Indonesia.

Jokowi Ijinkan Kepolisian Tembak Pengedar Narkoba

Menanggapi hal tersebut Presiden Jokowi juga merasa sangat dipusingkan dengan angka kematian yang terus bertambah akibat penyalah gunaan narkoba. Saat ini Indonesia dinyatakan darurat narkotik. Jumlah pengguna narkotik di Indonesia sudah lebih dari 4 juta orang. Jumlah narkoba jenis baru pun sudah mencapai 44 jenis. Hal ini diperparah angka prevalensi penyalah guna narkotik yang mencapai 2,20 persen.

Tingkat darurat itu juga bisa dilihat dari jumlah perkara dan tersangka narkotik yang telah ditangani dari 2015 sampai 2016. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional, sepanjang periode itu, terungkap 1.015 kasus dari 72 jaringan sindikat narkotik dengan jumlah tersangka 1.681. Dari situ berhasil diungkap kejahatan tindak pidana pencucian uang dengan nilai aset yang berhasil dirampas Rp 142 miliar.

Bahkan Presiden Jokowi menegaskan untuk menindak tegas pelaku kejahatan narkoba baik pengedar maupun bandar, kata-kata tidak diperlukan lagi untuk menangani perkara narkotik. Kalau emang undang-undang memperbolehkannya tembak saja para pelaku perusak bangsa tersebut.

“Saya tegaskan kepada semua polda, polres, kejar, tangkap, hajar, hantam, dan kalau undang-undang memperbolehkan, dor (tembak) mereka (pelaku kejahatan narkotik),” kata Presiden Jokowi tegas dalam acara Hari Anti-Narkotik Internasional di Jakarta, Minggu, (26/6/2016).

Terkait menembak pelaku pidana narkotik, pemerintah Indonesia sudah menyiapkan eksekusi mati. Menurut data Kejaksaan Agung yang dipaparkan di Dewan Perwakilan Rakyat, ada 18 terpidana narkotik yang hendak dieksekusi, meski angka itu masih bisa berubah. (Muslich Basyirun – sisidunia.com)