Home » News » Tidak Setuju Brexit, Warga Inggris Berbondong-Bondong Urus Paspor Irlandia

Tidak Setuju Brexit, Warga Inggris Berbondong-Bondong Urus Paspor Irlandia



London – Referendum Brexit telah usai dilakukan, penghitungan suara juga telah selesai dilaksanakan dengan kemenangan rakyat Inggris yang menghendaki Inggris keluar dari Uni Eropa.

Tidak Setuju Brexit, Warga Inggris Berbondong-Bondong Urus Paspor Irlandia

Namun demikian, kemenangan Brexit kini meninggalkan masalah baru bagi warga Inggris. Mereka yang tidak setuju Inggris keluar dari Uni Eropa mulai mengambil langkah-langkah penting agar mereka tetap mempunyai hak di Uni Eropa, salah satunya adalah dengan mengurus paspor Irlandia.

CNN.com pada Minggu (26/6/2016) melaporkan, beberapa saat setelah penghitungan suara menunjukkan kemenangan Brexit, mesin pencari Google dibanjiri dengan kata kunci “cara mencari paspor Irlandia” yang diketikkan oleh pengguna internet di Inggris.

Para warga yang tidak setuju Brexit dilanda rasa kuatir tidak dapat lagi bepergian dengan bebas ke negara-negara yang masih tergabung dalam Uni Eropa. Karena sesuai kesepakatan Uni Eropa, warga negaranya dapat bebas keluar masuk ke negara-negara lain yang masih berada di kawasan Uni Eropa.

Warga Inggris lantas beramai-ramai mencari cara mendapatkan paspor Irlandia karena Irlandia relatif lebih bebas memberlakukan syarat bagi warga negara lain yang ingin mengurus paspor. Cukup dengan menunjukkan bahwa sang pemohon mempunyai orang tua atau kakek-nenek yang berasal dari Irlandia maka ia langsung dapat memperoleh paspor tersebut.

Salah seorang warga Inggris yang tidak setuju Brexit, Leon Ward, warga asal Cardiff, lebih memilih tetap bergabung dengan Uni Eropa karena alasan tersendiri. Ward memandang, dengan tetap bergabung dalam Uni Eropa ia akan mendapatkan beberapa keuntungan yaitu keamanan, persatuan, hak untuk melintasi batas negara dengan bebas, dan alasan kesejahteraan ekonomi.

“Namun warga Inggris lainnya sepertinya lebih memilih Inggris terpisah, keputusan yang saya tidak setujui. Saya ingin tetap tercatat sebagai warga Uni Eropa dengan semua keuntungan yang ada di dalamnya,” kata Ward, seperti dikutip dari CNN.com.
(Samsul Arifin)