sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ratna Sarumpaet Bawa 5 Pengacara Untuk Minta Polisi Bebaskan Perusuh

Ratna Sarumpaet Bawa 5 Pengacara Untuk Minta Polisi Bebaskan Perusuh



Jakarta – Kamis (23/6/2016) sore, terjadi penolakan saat Ahok ingin meresmikan RPTRA di Penjaringan, Jakarta Utara. Penolakan itu berujung pada bentrokan yang mengakibatkan sejumlah warga dan polisi terluka.

Ratna Sarumpaet Bawa 5 Pengacara Untuk Minta Polisi Bebaskan Perusuh

Dengan adanya bentrok tersebut pihak keamanan telah menagkap dua orang pelaku kerusuhan di acara peresmian RPTRA Penjaringan. Dua orang yang ditahan oleh pihak kepolisian yaitu Muhtadi dan Izfan Rahman. Ratna meminta kepada Polres Jakarta Utara untuk membebaskan kedua orang itu karena masih di bawah umur.

Ratna Sarumpaet, beserta sejumlah pengacara dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mendatangi Mabes Polres Jakarta Utara, Senin (27/6/2016) pagi.

Kedatangan Ratna untuk meminta Polres Jakarta Utara membebaskan dua orang yang diduga melakukan pemukulan kepada polisi saat penolakan kedatangan Gubernur Basuki Tjahaha Purnama atau Ahok ke RPTRA Penjaringan, Kamis (23/6/2016) sore.

“Kami membawa 4-5 orang lawyer dari ACTA karena ini mereka kan masih anak-anak, ya kami minta dikeluarkan, atau paling sedikit tahanan luar atau diberi penangguhan. Ibunya nangis-nangis itu. Kan mereka masih SMU,” ujar Ratna di Mapolres Jakarta Utara.

“Memang ada videonya kalau mereka memang memukul polisi, tapi ya saya ingin bicara dari hati ke hati saja sama Pak Kapolres, yah paling tidak ada pertimbangan,” ujar Ratna.

Ratna juga menyampaikan kerusuhan ini terjadi lantran semua karena ilah Ahok. Para warga memang tidak setuju dengan kebijakan Ahok tersebut dan tidak menerima Ahok di kawasan mereka. Ratna juga menyebutkan bahwa Ahok memang beberapa kali ditolak oleh warga.

“Kan bukan kali ini saja dia ditolak, kemarin di Rawa Badak juga ditolak kan, tapi dia enggak datang. Takut kali,” ujar Ratna. (Muslich Basyirun – sisidunia.com)