sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ini Alasan Mengapa Uni Eropa Mulai Tidak Disukai

Ini Alasan Mengapa Uni Eropa Mulai Tidak Disukai



London – Hasil kemenangan referendum Brexit yang mengakhiri keanggotaan Inggris dari Uni Eropa membuat dunia terkejut, namun juga bertanya-tanya mengapa sebuah negara sebesar Inggris sampai memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa.

Ini Alasan Mengapa Uni Eropa Mulai Tidak Disukai

Hal ini menjadi bahan pertanyaan bagi banyak orang yang menduga pasti ada sesuatu di dalam tubuh Uni Eropa sehingga sebagian besar rakyat Inggris, dan kini juga mulai bermunculan di beberapa negara Eropa, sampai ingin keluar dari Uni Eropa.

Dikutip dari Washington Post, Minggu (26/6/2016), berikut beberapa sebab kemungkinan Uni Eropa mulai dibenci.

1. Gaji Birokrat Uni Eropa Sangat Tinggi
Tinggi gaji para pejabat di Uni Eropa di tengah seluruh negara Eropa sedang melakukan penghemata besar-besaran, bahkan pemotongan gaji pegawai pemerintah, membuat sebagia negara anggota mulai melakukan protes. Menurut Telegraph, koran Inggris anti Uni Eropa, gaji seorang pegawai menengah di Uni Eropa bisa lebih besar dari gaji Perdana Menteri Inggris David Cameron.

2. Perjalanan Dinas Yang Tidak Efektif dan Boros
Seperti diketahui, pertemuan parlemen Uni Eropa hanya di lakukan di Strasbourg, Prancis. Sedangkan operasional sehari-harinya berada di Brussels, Belgia. Sehingga minimal sekali dalam satu bulan seluruh legislator, staf pendukung, pelobi, dan wartawan, akan melakukan perjalanan dari Brussels ke Strasbourg.

3. Peraturan Yang Berlebihan
Di Inggris ada peraturan dari Uni Eropa yang mereka kenal sebagai Banana Bendy yang mengatur bahwa pisang yang beredar di pasar, di seluruh negara anggota Uni Eropa, harus bebas dari malformasi atau kelengkungan yang abnormal.

4. Tidak Transparan dalam Akuntabilitas
Proses pengambilan keputusan di komisi maupun di tingkat menteri dan pemimpin Uni Eropa tidak dilakukan secara terbuka.

5. Tidak Bisa Menerima Penolakan
Saat Prancis dan Belanda menolak konstitusi UE pada 2005, para pemimpin UE datang kembali dua tahun kemudian dengan Perjanjian Lisbon yang menerapkan banyak perubahan yang sama, tetapi melalui jalur hukum yang berbeda.

6. Biaya Kodifikasi Peraturan Perundang-Undangan yang Mahal
Uni Eropa menerjemahkan semua keputusan yang diambil untuk kemudian dibukukan (kodifikasi) dalam bahasa resmi setiap anggotanya dengan menggaji 1.750 ahli bahasa, 600 juru ketik penuh waktu dan 3.000 freelancer.
(Samsul Arifin)