sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pemerintah Tetap Menomorsatukan Keselamatan Sandera WNI

Pemerintah Tetap Menomorsatukan Keselamatan Sandera WNI



Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, pemerintah Indonesia akan mengambil langkah-langkah cepat dan tepat dalam membebaskan tujuh orang ABK WNI yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina dengan menomorsatukan keselamatan sandera.

Pemerintah Tetap Menomorsatukan Keselamatan Sandera WNI

“Yang penting selamat dulu lah, yang lain-lain nomor dua. Bagi kita adalah keselamatan nomor satu,” kata Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (23/6/2016).

Mengenai kemungkinan operasi militer, Ryamizard mengatakan bahwa tindakan operasi militer dilakukan bila tidak ada cara lain lagi yang dapat ditempuh. Selain berbahaya bagi keselamatan sandera, operasi militer akan sulit dilakukan karena sandera ditahan di wilayah Filipina.

“Operasi militer itu kalau terpaksa, namanya operasi pasti nembak-nembak ada yang mati, kalau enggak penyandera pihak kita atau sandera pasti akan ada yang mati,” ucap Ryamizard.

Namun demikian, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan pihak-pihak lain yang terkait terus melakukan komunikasi dengan pemerintah Filipina dalam melakukan upaya pembebasan secepatnya.

“Kita sedang rancang dimana, apa yang dilakukan, harus berbuat apa, harus dibebaskan tak boleh dibiarkan,” ucap Ryamizard.

Seperti diketahui, 7 dari 13 ABK TB Charles 001 dan kapal tongkang Robby 152 disandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf pada Senin (20/6/2016) di perairan Laut Sulu, Filipina Selatan. Sedangkan 6 ABK yang tidak ikut disandera saat ini sedang menuju Samarinda dengan kawalan Kapal Perang TNI.
(Samsul Arifin)