Home » Hiburan » Inilah Rahasia di Balik Kehidupan Marilyn Monroe Yang Terkuak Lewat Buku Hariannya

Inilah Rahasia di Balik Kehidupan Marilyn Monroe Yang Terkuak Lewat Buku Hariannya



Jakarta – Marilyn Monroe merupakan sosok wanita yang sangat dipuja-puja sejak dia masih hidup bahkan hingga setelah lama ia meninggal. Kecantikan dan kisah hidupnya membuat nama Marilyn Monroe tidak pernah dilupakan orang.

Inilah Rahasia di Balik Kehidupan Marilyn Monroe Yang Terkuak Lewat Buku Hariannya

Namun belum lama ini kehidupan pribadinya yang paling rahasia dan belum diketahui oleh publik terkuak buku harian setelah Marilyn Monroe dibuka dan dipublikasikan.

Dalam buku harian tersebut menceritakan bagaimana kehidupan masa kecil Marilyn Monroe yang pernah hidup di sebuah panti sosial, tinggal dan besar di lingkungan yang salah, hingga kehidupan bersama beberapa lelaki yang pernah dekat dengan Marilyn Monroe, serta kematiannya yang misterius.

Marilyn Monroe mulai menulis buku harian pada tahun 1940-an, saat masih remaja dan baru menikah dengan James Dougherty.

“Semua pemikiran dan tulisan membuat tangan saya gemetar tapi saya ingin tetap menulis secara mengalir, merasakan semuanya terpuaskan,” tulisnya pada saat itu, seperti dikutip dari BBC, Jumat (24/6/2016).

Buku harian tersebut, terkadang ditulis oleh Marilyn Monroe dengan huruf yang acak-acakan dan tergesa-gesa tanpa ada keterangan tanggal. Salah satunya ia pernah menulis, “Terkadang saya tidak tahan dengan manusia. Saya tahu mereka memiliki masalah yang sama dengan saya, tapi saya sangat bosan. Berusaha mengalami, mengalah, dan ini membuat saya sangat lelah.”

Di buku tersebut, Marilyn Monroe juga menuliskan seputar kehidupan pernikahannya dengan Arthur Miller. Suatu ketika ia pernah menemukan buku harian sang suami dan tidak sengaja membacanya. Di sana tertulis, Arthur Miller merasa kecewa dengan pernikahannya dan terkadang malu bila harus membawa Marilyn Monroe ke hadapan publik.

“Saya selalu takut menjadi istri seseorang karena saya tahu bahwa seseorang tak pernah puas, dan selalu ingin mencapai kehidupan yang lain,” tulis Marilyn Monroe.
(Samsul Arifin)