sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Fasilitas Kesehatan Yang Terkait Vaksin Palsu Akan Dikenai Sanksi

Fasilitas Kesehatan Yang Terkait Vaksin Palsu Akan Dikenai Sanksi



Jakarta – Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menegaskan, setiap fasilitas kesehatan, baik Rumah Sakit maupun klinik yang terkait dengan kasus vaksin palsu akan mendapatkan sanksi.

Fasilitas Kesehatan Yang Terkait Vaksin Palsu Akan Dikenai Sanksi

“Jika terbukti fasilitas kesehatan juga terlibat akan diberikan sanksi sesuai perundangan yang berlaku. Kami mengimbau kepada seluruh fasiltas kesehatan agar melakukan kontrol yang tepat dan baik,” ujar Nila dalam jumpa pers di Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/6/2016).

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Maura Linda Sitanggang, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Yanmas Oscar Primadi, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman Bhakti Pulungan dan Direktur Produksi Produk Terapetik BPOM Togi Junice Hutajulu.

Nila mengingatkan agar fasilitas kesehatan melakukan pengelolaan vaksin dengan baik agar kasus vaksin palsu ini tidak terulang lagi. Menteri juga menghimbau agar masyarakat yang anaknya mendapatkan imunisasi dari vaksin palsu agar melakukan imunisasi ulang terhadap anaknya.

“Masyarakat diimbau untuk mengulang imunisasi dalam rangka mendapatkan kekebalan yang lengkap,” tutur Nila.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman Bhakti Pulungan mengatakan, balita yang mendapatkan vaksin palsu tidak akan mendapatkan manfaat kekebalan, karena itu orang tua yang merasa anaknya mendapatkan vaksin palsu agar menghubungi dinas kesehatan terdekat atau dokter yang menyuntik vaksin tersebut pada bayinya.

“Kita akan lakukan catch up imunisasi sesuai data yang kita terima. Semua dokter anak sudah kita latih. Sudah tahu melakukan catch up imunisasi apa-apa yang ketinggalan,” tutur Aman.
(Samsul Arifin)