sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ditanya Janjinya, Habiburokhman Berkelit 1 Juta KTP Hanya Klaim Sepihak

Ditanya Janjinya, Habiburokhman Berkelit 1 Juta KTP Hanya Klaim Sepihak



Jakarta – Nama Habiburokhman kembali menjadi nama yang paling dicari dalam dua hari ini terkait janjinya yang akan terjun di Monas jika KTP pendukung Ahok berhasil mencukupi untuk mengusung Ahok dalam Pilkada 2017 mendatang.

Ditanya Janjinya, Habiburokhman Berkelit 1 Juta KTP Hanya Klaim Sepihak

Janji tersebut diungkapkan Habiburokhman pada bulan Februari lalu lewat cuitan di akun Twitter miliknya.

“12) Saya berani terjun bebas dari Puncak Monas kalau KTP dukung Ahok beneran cukup untuk nyalon. #KTPdukungAhokcumaomdo???” tulis Habiburokhman melalui akun Twitter @habiburokhman, Jumat (16/2/2016) lalu.

Setelah KTP pendukung Ahok telah mencapai 1 juta, Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra ini berkelit dengan mengatakan bahwa jumlah 1 juta KTP yang disebutkan oleh Teman Ahok hanyalah klaim dari satu pihak saja.

“1) Klaim 1 jt KTP tersebut sangat tidak dapat dipercaya karena satu- satunya pihak yang menghitung, memverifikasi dan mengklaim hanyalah Teman Ahok sendiri,” ujar Habiburokhman melalui akun Twitter @habiburokhman, Minggu (19/6/2016) malam.

Ia bahkan meragukan kredibilitas Teman Ahok dan menganggap hal tersebut hanyalah cara mereka untuk mengangkat kembali popularitas Ahok.

“Saya menganggap klain tersebut tidak lebih dari psywar politik murahan, hanya untuk mengangkat popularitas Ahok yang dibenci rakyat,” ujar Habiburokhman.

Habiburokhman juga menyindir soal ketakutan Teman Ahok terkait proses verifikasi yang baru dan mencurigai manipulasi data yang dilakukan Teman Ahok.

“Selain itu Teman Ahok juga terlihat sangat ketakutan ketika dalam UU Pilkada yang baru metode verifikasi dilakukan dengan sensus atau pengecekan satu persatu,” ujar Habiburokhman.

“Melihat gelagataya saya curiga pasti ada masalah besar dalam pengumpulan KTP tersebut, mungkin saja terjadi manipulasi selama pengumpulan KTP,” tambah dia.
(Samsul Arifin)