sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Lulung Masih Yakin Ahok Salah Prosedur Terkait Sumber Waras

Lulung Masih Yakin Ahok Salah Prosedur Terkait Sumber Waras



Jakarta – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau yang biasa disapa Haji Lulung, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap opini yang dibangun seolah-olah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak bersalah terkait pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Lulung Masih Yakin Ahok Salah Prosedur Terkait Sumber Waras

“Masalah ini sudah jadi kasus publik. Saya tidak setuju kalau Ahok benar. Ini kan masih proses hukum. Jangan bilang Ahok benar,” kata Lulung dalam Diskusi Polemik Radio Sindo ‘Mencari Sumber yang Waras’ di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/6/2016).

Menurut Lulung, cikal bakal masalah Sumber Waras berawal ketika Kementerian Dalam Negeri menyerahkan APBD-Perubahan 2014 untuk dievaluasi Pemprov DKI pada 2014 lalu.

“Ini cikal bakal dugaan korupsi Pemprov DKI, yakni anggaran perubahan 2014. Ini sudah ada niat jahat. 22 September 2014 itu ada evaluasi Kemendagri yang diperintahkan tujuh hari. Tujuh hari tidak dievaluasi DKI. 14 hari tidak. Sampai tiga minggu, sampai 1 bulan, tidak juga dievaluasi,” ujar Lulung.

Menurut penjelasan Lulung, pada saat itu Ahok tidak juga mengevaluasi APBD-P 2014, justru Ahok menyurati DPRD DKI untuk mengesahkan APBD-P 2014 itu, sehari setelah Presiden Jokowi dilantik menjadi Presiden.

“Setelah Pak Jokowi dilantik 20 Oktober, 21 Oktober gubernur bukan evaluasi malah membuat surat untuk diminta disahkan APBD-Perubahan. Itu sumber masalahnya. Jika tidak dievaluasi, kembali APBD penetapan. Isinya sudah tidak ada lagi Sumber Waras. Semula tidak anggarkan pembelian sebagian lahan sumber waras,” papar Lulung.

Karena itu, Lulung menganggap kesalahan prosedur terkait pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras sudah ada sejak penetapan APBD-P 2014 itu.
(Samsul Arifin)