sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Guru Asal Kediri Diduga Telah Tiduri Siswi 17 Tahun

Guru Asal Kediri Diduga Telah Tiduri Siswi 17 Tahun



Kediri – Guru adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa sehingga seharusnya perbuatan guru harus ditiru oleh muridnya.

Guru Asal Kediri Diduga Telah Tiduri Siswi 17 Tahun

Tetapi perbuatan guru asal Kediri ini tidak layak untuk ditiru oleh siapapun. Suhartono ( 52) adalah seorang laki-laki asal Kediri yang berprofesi sebagai guru kesenian SMK swasta di wilayah Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri telah mencoreng profesi guru karena dirinya telah melakukan hal yang tidak patut untuk ditiru. Suhartono telah dijadikan tersangka terkait dengan kasus pemerkosaan yang melibatkan siswinya sendiri.

Suhartono diringkus oleh pihak kepolisian Kediri setelah dirinya terbukti melakukan pencabulan terhadap seorang siswinya sendiri RF (17) asal Kabupaten Kediri. Suhartono mengaku, sebelumnya dia mengajak korban jalan-jalan. Setelah itu, pelaku membawa korban ke rumahnya di Desa Tulungrejo untuk disetubuhi.

“Saya memang menyukainya. Saya memiliki rencana untuk menikahi. Kalau perbuatan itu, sungguh diluar kemampuan, karena saya khilaf,” aku Suhartono sambil menutupi wajahnya dengan tangan, Mingu (19/6/2016).

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Muhammad Aldy Sulaeman mengatakan, kasus pencabulan terhadap gadis dibawah umur ini terbongkar setelah orang tua korban melapor ke kantor polisi. Petugas Satuan Resort Kriminal Polres Kediri kemudian meringkus pelaku dari rumahnya.

“Menurut keterangan pelaku, dia melakukan perbuatan itu sebanyak dua kali. Modusnya, pelaku membujuk rayu korban dan janji akan dinikahi. Perbuatan amoral itu seharusnya tidak dilakukan oleh pelaku, karena dia seorang pendidik yang seharusnya bisa memberikan contoh yang baik terhadap muridnya,” kata AKP Aldy.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 1 junto pasal 760 junto pasal 81 ayat 2 subsider 82 ayat 1 junto 76 E Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Tersangka terancam hukuman maksimal selama 15 tahun penjara . (Muslich Basyirun – sisidunia.com)