sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Rizal Ramli Sindir Ketua KPK Terkait Kasus Saipul Jamil

Rizal Ramli Sindir Ketua KPK Terkait Kasus Saipul Jamil



Jakarta – Konvensi Antikorupsi 2016 telah dibuka di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat. konvensi tersebut akan berlangsung selama 3 hari yang dimulai pada Jum’at (17/6/2016) dan berakhir pada Minggu (19/6/2016).

Rizal Ramli Sindir Ketua KPK Terkait Kasus Saipul Jamil

Konvensi Antikorupsi 2016 tersebut digelar oleh Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah sebagai pemaparan terkait persoalan korupsi. Banyak tokoh penting yang hadir didalam konvensi tersebut seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, Bupati Bojonegoro Suyoto, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli sempat menyindir KPK terkait dengan kasus suap yang terjadi terkait vonis hukuman Pedangdut Saipul Jamil. “Pak Agus, lain kali tangkap yang lebih besar. Kalau (kasus) Saipul Jamil mah cuma kelas Polres,” ujar Rizal yang disambut gelak tawa seluruh peserta, termasuk Agus Rahardjo.

Menurut Rizal pada sekarang ini keadaan jauh berbeda jika dibandingkan dengan orde perjuangan. Pada saat orde baru berkuasa korupsi pun berkuasa dan merajalela di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan banyaknya pemimpin negara yang tidak lagi memiliki visi dan misi dalam membangun bangsa Indonesia.

“Setelah Orde Baru berkuasa tidak ada misi. Kekuasaan dan uang, itu saja motivasinya. Sekitar periode 1950-an dunia politik sangat berintegritas. Ada rasa malu kalau menyalahgunakan kekuasaan,” kata Rizal.

Rizal juga mengatakan bahwa seharusnya kursi kepemimpinan diberikan kepada kaum intelektual dan akademis bukannya diduduki oleh kaum pengusaha. “Pengusaha itu pada dasarnya baik, penguasa juga. Tapi kalau digabung jadi sumber malapetaka,” tuturnya.

Dengan begitu politik uang bisa diminimalisir bahkan dihilangkan, karena pemuda-pemuda sekarang pastinya memikirkan uang untuk dapat dapat terjun ke dunia politik. Mereka pastinya akan berpikir jika mereka akan terjun ke dunia politik tentunya mereka harus membayar sejumlah uang. (Muslich Basyirun – sisidunia.com)