Home » News » M Taufik Disebut Masuk Dalam Daftar Penerima Suap Proyek Reklamasi

M Taufik Disebut Masuk Dalam Daftar Penerima Suap Proyek Reklamasi



Jakarta – Dugaan korupsi terkait suap proyek reklamasi teluk Jakarta bukan hanya isapan jempol belaka. Dugaan makin kuat setelah Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi.

M Taufik Disebut Masuk Dalam Daftar Penerima Suap Proyek Reklamasi

Seperti yang diketahui Mohamad Sanusi ditangkap KPK pada 31 Maret. Politikus Gerindra itu diduga telah menerima sebesar Rp2 miliar secara bertahap. Setelah tertangkapnya Sanusi terdengar 20 daftar nama pejabat lain yang ikut menerima suap tersebut.

“Ada anggota yang minta Rp5 miliar per kepala buat dia dan gerbongnya. Jika tidak dikabulkan, dia mengancam akan membatalkan pengesahan dalam rapat paripurna,” ujar sumber yang menolak disebutkan namanya, akhir pekan lalu.

Salah satu dari 20 nama tersebut yang tersangkut adalah Ketua Balegda DPRD DKI Muhammad Taufik. Taufik sendiri bersikeras membantah bahwa dirinya terlibat dalam kasus suap tersebut. Taufik sendiri diduga mendapatkan hadiah berkunjung ke Amerika Serikat.

“Itu enggak benar, dong (disebut ke Amerika). Saya enggak punya visa Amerika. Saya tidak pernah ke Amerika. Kira-kira boleh enggak saya ke Amerika kalau enggak ada visa?” bantah Taufik.

Taufik juga mengatakan bahwa rapat Balegda dilakukan secara terbuka dan tidak ditutup-tutupi. Rapat Balegda terbuka. “Semua bisa hadir di rapat baleg. Bagaimana mau ditutup-tutupi?” kata Taufik, Kamis 7 April.

Menanggapi hal tersebut Syamsudin Alimsyah selaku Direktur Pemantau Eksekutif menyatakan bahwa etiap anggota DPRD DKI Jakarta akan menyangkal menerima suap. Untuk itu dirinya meminta KPK untuk menelusuri aliran uang tersebut mengalir ke mana dan ke siapa saja.

“Ini korupsi ganda. Ambil upeti lalu buat kebijakan. Raperda ini tidak dibahas satu orang atau satu institusi. Eksekutif dan legislatif harus diperiksa, terutama Balegda. Polarisasi pro dan kontra Raperda sudah terasa sejak lama,” tuturnya. (Muslich Basyirun – sisidunia.com)