sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Teman Ahok Kemungkinan Akan Menjadi Relawan Untuk Jokowi di Pilpres 2019

Teman Ahok Kemungkinan Akan Menjadi Relawan Untuk Jokowi di Pilpres 2019



jakarta – Selain mendapatkan dukungan dari Partai Golkar, Ahok sejatinya sudah mendapatkan dukungan untuk pencalonan dirinya sebagai Gubernur DKI pada Pilkada mendatang melalui jalur perseorangan dari komunitas teman Ahok.

Teman Ahok Kemungkinan Akan Menjadi Relawan Untuk Jokowi di Pilpres 2019

Teman Ahok sendiri adalah sekumpulan pemuda-pemuda yang sangat luar biasa. Mereka menyebut dirinya sebagi orang yang tidak mau ketinggalan atau tidak mau kehilangan hak berpolitik mereka, meskipun mereka tidak memihak kepada partai-partai politik yang ada.

Sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Yorrys Raweyai Yorrys menduga Teman Ahok akan beralih untuk menjadi relawan Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang. Golkar sendiri sudah menentukan arah bahwa partai berlambang pohon beringin ini sudah menentukan dukungan untuk Jokowi di 2019. Maka dari itu hal tersebut harus juga diperhitungkan matang-matang.

“Kita musti lihat peluang (Pilkada) DKI untuk 2019. Dia ini (Teman Ahok) enggak bilang ikut Golkar, PDIP, NasDem, tidak. Dia senang dilihat orang. Pasti 2019 akan pilih (Jokowi). Karena dia tidak mau menghilangkan hak pilih, tapi enggak mau ikut partai. Ini partai politik kok begini, itu hak dia. Itu demokrasi,” kata Yorrys kepada wartawan, Selasa (14/6/2016).

Yorrys mengaku sering komunikasi dengan Teman Ahok. “Kita selalu komunikasi dengan mereka. Kita berikan penguatan kepada mereka. Kita punya harapan. Kalau saya, selalu komunikasi dengan Teman Ahok di mana-mana. Hampir sekali, dua kali ketemu,” kata Yorrys.

Teman Ahok sendiri mengkhawatirkan jagoannya untuk berpindah haluan dari pencalonan sebagai Gubernur DKI yang semula melalui jalur perseorangan akan pindah ke jalur partai politik. Jika itu terjadi maka Teman Ahok akan mengalami kekecewaan yang sangat besar karena sudah lama mereka menghimpun suara untuk Ahok maju perseorangan di Pilkada.

Hal itu bukan tanpa alasan, jika Partai Golkar memberi dukungan pada Ahok, dukungan kursi anggota DPRD yang mendukung Ahok mencapai 24 kursi (Golkar 9, NasDem 10, Hanura 10). Artinya langkah Ahok maju lewat partai terbuka lebar. Sebab, jumlah dukungan minimal yang harus dikantongi calon gubernur DKI jika ingin maju melalui jalur parpol adalah 22 kursi di DPRD DKI. (Muslich Basyirun – sisidunia.com)