sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Travel & Kuliner » Tokyo Akan Punya RestoranTelanjang Pertama Bulan Depan

Tokyo Akan Punya RestoranTelanjang Pertama Bulan Depan



Tokyo – Bulan depan, tepatnya pada 29 Juli 2016, di Tokyo akan hadir restoran telanjang pertama di sana. Namun bagi Anda yang bertubuh “lebih” harus gigit jari karena di restooran ini menerapkan larangan bagi pengunjung bertubuh gemuk.

Tokyo Akan Punya RestoranTelanjang Pertama Bulan Depan

Restoran yang bernama The Amrita ini akan mewajibkan pengunjung menjalani timbang badan terlebih dahulu sebelum diijinkan masuk.

”Jika Anda lebih dari 15 kilogram (33 pon) di atas rata-rata berat untuk tinggi badan Anda, kami meminta Anda menahan diri dari reservasi,” demikian bunyi salah satu dari daftar aturan yang di-posting di situs restoran di Tokyo tersebut.

Larangan lainnya, pengunjung yang memiliki tattoo di tubuhnya dilarang masuk.

Restoran telanjang yang akan hadir di Tokyo ini mengikuti jejak restoran serupa yang telah berdiri di London dan Melbourne.

Restoran telanjang di London dan Melbourne tidak membatasi pengunjung berdasarkan berat badan, namun membatasinya berdasarkan usia, di mana yang diperbolehkan masuk hanya yang berusia 18 hingga 60 tahun.

Tokyo Akan Punya RestoranTelanjang Pertama Bulan Depan

”Di London mereka memungkinkan bagi pelanggan yang kelebihan berat badan dan beberapa tamu mengeluh bahwa mereka memiliki pengalaman mengerikan,” kata juru bicara The Amrita, Miki Komatsu kepada AFP, Sabtu (11/6/2016)

Namun pihak restoran menyangkal bahwa larangan mereka ini merupakan bentuk diskriminasi.

”Jika orang gemuk diperbolehkan, beberapa tamu di dalam bisa menjadi sengsara,” lanjut Komatsu.

“Para tamu dapat melihat pedoman jelas di homepage kami. Kami bertujuan untuk menerapkan semacam estetika Romawi, seperti lukisan yang indah yang Anda lihat di museum,” kata Komatsu.

Selain itu, pengunjung restoran ini juga dilarang membawa ponsel dan kamera, harus meletakkan ponsel dan kamera di dalam kotak meja.

Pengunjung yang berminat dan memenuhi syarat akan dikenakan biaya masuk sebesar 80ribu yen. Biaya tersebut sudah termasuk makanan, dan menikmati pelayanan yang disajikan oleh pramu saji yang hanya mengenakan g-string. Selain itu, di dalam restoran juga akan tersedia pentas tari.
(Samsul Arifin)