sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Tips Puasa : Tidur Siang 30 Menit Penting Untuk Menjaga Kebugaran

Tips Puasa : Tidur Siang 30 Menit Penting Untuk Menjaga Kebugaran



Jakarta – Tidur merupakan suatu kegiatan rutin yang dilakukan oleh manusia. Tidur siang merupakan waktu tidur yang disarankan oleh beberapa ahli kesehatan guna untuk menjaga produktifitas dan kreatifitas pada seseorang.

"Karena ibu rumah tangga kan harus bangun lebih awal ya untuk masak sahur makanya waktu tidurnya yang terpotong lebih besar. Anak-anak secara umum memang memiliki kebutuhan tidur yang lebih lama, tapi juga bisa untuk menghemat energi mereka agar tahan puasa sampai maghrib," urainya.  Sementara untuk pekerja kantoran, waktu tidur siang memang tergantung pekerjaan dan kondisi kantor masing-masing. Jika memang memungkinkan untuk tidur siang selama 30 menit, menurut dr Ade hal ini sudah sangat bangus.  "Tapi pun kalau nggak bisa ya 10-15 menit juga nggak apa-apa. Lalu maksimalkan juga tidur di perjalanan misalnya yang naik kereta bisa tidur di jalan, sehabis subuh juga bisa tidur, asal jangan saat mengemudi ya," tuturnya.

Lalu apakah hal tersebut juga berlaku pada seseorang yang melakukan puasa ? apakah waktu tidur siang harus ditambah ? karena memang biasanya setiap muslim pada waktu puasa mereka akan tidur lebih larut dan bangun pada saat jam makan sahur.

Dari pernyataan tersebut dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran mengatakan bahwa tidur merupakan elemen penting bagi kelancaran puasa. Jika kurang tidur, seseorang akan sangat mungkin merasa lemas dan mengantuk. Bahkan bisa mengalami penurunan daya tahan tubuh.

“Karena jam tidur kan sudah terpotong waktu sahur. Makanya diperlukan tambahan tidur. Tidur siang bisa jadi solusinya,” tutur dr Andre ketika ditemui di RSMitra Kemayoran, Jum’at (10/6/2016).

dr Andre juga menyebutkan bahwa tidur siang di bulan puasa sama saja dengan tidur siang pada umumnya. Namun untuk anak sekolah dan ibu rumah tangga waktu tidur siang bisa ditambah sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

“Karena ibu rumah tangga kan harus bangun lebih awal ya untuk masak sahur makanya waktu tidurnya yang terpotong lebih besar. Anak-anak secara umum memang memiliki kebutuhan tidur yang lebih lama, tapi juga bisa untuk menghemat energi mereka agar tahan puasa sampai maghrib,” urainya.

Sementara untuk seorang pekerja tidur siang biasanya disesuaikan dengan jadwal pekerjaan mereka. Kalau memang bisa melaksanakan tidur siang selama 30 menit itu bagus bagi mereka karena untuk merefresh otak yang seharian dibuat berpikir dalam bekerja.

“Tapi pun kalau nggak bisa ya 10-15 menit juga nggak apa-apa. Lalu maksimalkan juga tidur di perjalanan misalnya yang naik kereta bisa tidur di jalan, sehabis subuh juga bisa tidur, asal jangan saat mengemudi ya,” tuturnya. (Muslich Basyirun – sisidunia.com)