sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Gisella Jadi Mualaf Karena Lihat Iklan Sirup

Gisella Jadi Mualaf Karena Lihat Iklan Sirup



Bandung – Di momen puasa biasanya sejumlah iklan seperti berlomba-lomba menayangkan klip iklan dengan suasana Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, khususnya iklan sirup. Bagi seorang gadis asal Bandung yang bernama Gisella, iklan sirup yang tayang pada saat menjelang Lebaran inilah yang membuat dia akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf.

Gisella Jadi Mualaf Karena Lihat Iklan Sirup

Dikutip dari situs Daarut Tauhiid, Kamis (9/6/2016), gadis cantik berusia 20 tahun yang mengaku masih jomblo ini mengaku ia tertarik masuk Islam setelah melihat sebuah iklan sirup pada saat bulan puasa yang menggambarkan bagaimana kehangatan sebuah keluarga di saat menjelang berbuka puasa dan sahur, serta pada saat Hari Lebaran.

“Jelang Ramadan kan banyak iklan-iklan sirup di TV. Isi iklannya tentang kehangatan keluarga, berbuka puasa, mudik Lebaran dan itu yang membuat saya mulai menyukai Islam. Saya melihat bagaimana kehangatan suasana berbuka puasa, saat makan sahur bahkan Hari Raya Lebaran yang digambarkan lewat iklan itu. Saya suka sekali melihatnya. Teman-teman saya yang Muslim juga orang-orangnya menyenangkan,” ungkap Gisella panjang lebar.

Berawal dari situ, Gisella lantas sering membaca tausiyah yang diberikan oleh Aa Gym dan istrinya, Teh Ninih, di social media. Hal ini membuat dia makin mantap untuk memutuskan menjadi mualaf.

“Saya terlahir di keluarga Non Muslim. Saya merasa tidak mendapat ketenangan hati saat beribadah dari agama terdahulu. Saya selalu bertanya kepada orangtua mengenai konsep agama saya dulu dan mereka marah,” curhat Gisella.

Gisella akhirnya membulatkan tekad unutk menjadi mualaf pada 10 April 2016 lalu saat mengikuti kajian Muslimah bersama Ustazah Ninih Muthmainnah alias Teh Ninih, di Masjid Daarut Tauhiid, Bandung.
(Samsul Arifin)