sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Sport » Berita Euro 2016 : Tuan Rumah Berpotensi Terpeleset

Berita Euro 2016 : Tuan Rumah Berpotensi Terpeleset



Paris – Sebagai tuan rumah diselenggarakannya Euro 2016 merupakan senjata bermata dua bagi kubu Prancis. Di satu sisi Prancis akan mendapatkan dukungan penuh dari para warganya dan di sisi yang lain tentunya hal tersebut merupakan sebuah tekanan yang besar dikala Prancis memang menargetkan juara Pila Eropa kali ini.

Berita Euro 2016 : Tuan Rumah Berpotensi Terpeleset

Lain Deschamps lain juga dengan Marcel Desailly, dimana Didier Deschamps optimis pasukannya akan memenangkan Euro kali ini. Tetapi legenda hidup Prancis Marcek Desailly mengatakan bahwa dirinya berpendapat Prancis mungkin akan bernasib seperti Brasil di Piala Dunia 2014.

Banyak orang yang berpendapat bahwa menjadi tuan rumah merupakan suatu keuntungan untuk sebuah tim meraih gelar juara. Tetapi pada gelaran Piala Dubia 2014 tidak terwujud bagi Brasil sebagi tuan rumah penyelenggara untuk menjuarai turnamen tersebut.

Buktinya Brasil dihajar habis-habisan oleh Jerman dengan membrondong 7 gol ke gawang mereka. Padahal Brasil pada saat itu berstatus tuan rumah dan merupakan kandidat terkuat juara piala dunia dengan adanya mega bintang mereka Neymar.

Marcel Desailly sendiri mewanti wanti agar Prancis selalu mewaspadi tekanan yang ada pada setiap pertandingan. Karena menjadi tuan rumah bukanlah hal yang mudah untuk menjadikan mereka juara.

“Skuad ini telah memiliki waktu untuk mempersiapkan dan saya pikir Didier Deschamps telah melindungi mereka. Saya pikir mereka merasa nyaman, mereka tenang,” buka Desailly kepada Goal, Jum’at (10/6/2016).

“Jika Anda membiarkan terlalu banyak tekanan. Saya mengalaminya, itu adalah tanggung jawab yang sangat besar. Mereka harus melindungi diri mereka sendiri dan tidak berpikir tentang apa yang terjadi di tempat lain,”tandasnya. (Muslich Basyirun – sisidunia.com)