Home » News » Inilah Isi Surat Pernyataan Salah Satu Tersangka Pembunuh Eno Yang Berbohong di Pengadilan

Inilah Isi Surat Pernyataan Salah Satu Tersangka Pembunuh Eno Yang Berbohong di Pengadilan



Jakarta – Salah satu tersangka pembunuh Eno Fariha, Rahmat Arifin, memberikan pernyataan bahwa kesaksian yang telah ia berikan di pengadilan dengan tersangka Rahmat Alim adalah bohong.

Inilah Isi Surat Pernyataan Salah Satu Tersangka Pembunuh Eno Yang Berbohong di Pengadilan

“Jadi pernyataan tersangka Arief itu tidak benar. Dia mengaku bahwa kesaksiannya di Pengadilan Negeri Tangerang itu bohong. Dia sudah menyatakan lewat surat pernyataannya yang didampingi Kuasa Hukumnya dengan ditandatangani di atas materai,” kata Kepala Subdit Reserse Mobile Ditreksrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/6/2016).

Budi juga membacakan dan menunjukkan isi surat pernyataan yang dibuat oleh Rahmat Arifin di atas kertas bermeterai. Menurut Budi, Rahmat Arifin mengaku bahwa dirinya telah diancam dan dipaksa oleh Rahmat Alim agar memberikan kesaksian bohong agar Rahmat Alim dapat lepas dari jerat hukum.

Inilah Isi Surat Pernyataan Salah Satu Tersangka Pembunuh Eno Yang Berbohong di Pengadilan

Berikut isi surat pernyataan dari Rahmat Arifin:

Saya yang bertanda tangan di bawah ini.
Nama: Rahmat Ariefin.

Menyatakan bahwa dengan ini keterangan yang saya berikan di dalam sidang pengadilan pada hari Rabu, 8 Juni 2016 di Pengadilan Tangerang sebagai saksi untuk menjelaskan peranan rekan saya yang bernama Rahmat Alim bukan keterangan yang sebenarnya karena saya berbohong. Dikarenakan;
1. Pada hari tanggal 25 Mei 2016, rekan saya Rahmat Alim berbicara kepada saya dan Imam agar saya dan Imam membantu Rahmat Alim berbicara di depan sidang pengadilan bahwa yang melakukan pembunuhan terhadap Eno Farihah ialah saya, Imam dan Dimas tompel, bukan bersama Rahmat Alim.
Kemudian saya juga dijanjikan Rahmat Alim, kalau Rahmat Alim bebas, saya dijanjikan untuk dibantu. Selanjutnya bila saya tidak mengikuti Rahmat Alim, saya diancam oleh Rahmat Alim akan dipukuli sama teman – temannya Rahmat Alim kelak saya bebas.

Demikian surat pernyataan saya buat dengan sebenar – benarnya, tanpa unsur paksaan dari pihak manapun.

Sebelumnya, saat sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Rahmat Arifin membuat heboh dengan kesaksiannya yang mengatakan bahwa Rahmat Alim tidak terlibat dalam pembunuhan Eno Fariha.
(Samsul Arifin)