Home » Sport » Berita Piala Eropa 2016 : Koscielny Pun Geram Dengan Cantona

Berita Piala Eropa 2016 : Koscielny Pun Geram Dengan Cantona



Lille – Selain Sagna salah satu bek Prancis Laurent Koscielny juga geram dengan pernyataan Sang Legenda Eric Cantona yang menyebutkan bahwa arsitek Prancis Didier Deschamps adalah seorang yang rasis.

Pernyataan tersebut keluar dari mulut Cantona lantaran Deschamps mencoret beberapa pemain seperti Samir Nasri, Benzema, dan Hatem Ben Arfa. Dia Cantona berkata bahwa Descham adalah seorang rasis yang tidak akan memasukan pemain keturunan dari Afrika Utara.

Berita Piala Eropa 2016 : Koscielny Pun Geram Dengan Cantona

Benzema sendiri memang mengalami sebuah kasus pemerasan yang melibatkan dirinya dengan Mathieu Valbuena. Deschamps sendiri sejatinya sudah membela Benzema di depan federasi sepak bola Prancis untuk memasukan namanya dalam skuat Les Bleus. Tetapi dia juga mendapat sebuah tekanan dari Perdana Menteri, Presiden FFF dan beberapa tokoh penting Prancis untuk tidak membawa Benzema karena yang bersangkutan terjerat sebuah kasus hukum dan mungkin akan mempengaruhi performa Prancis. Tentunya Deschamps juga tidak mau ambil resiko dengan adanya kasus tersebut karena Prancis merupakan tuan rumah dan menargetkan sebagai juara Euro 2016.

“Ulah Cantona itu bukan gangguan. Ada hal yang bisa mengganggu kami dan ada hal-hal lain yang tidak akan bisa. Tuduhan Cantona sama sekali tidak mengganggu kami. Tim ini merupakan kumpulan pemain yang bagus, kami rukun di dalam dan di luar lapangan. Persatuan adalah kekuatan kami. Yang negatif kami tinggalkan,” cetus Koscielny kepada Omni, (Rabu, 8/6/2016).

Cantona sendiri memang sudah menunjukan sikap yang tidak baik kepada Deschamps sejak tahun 90-an. Cantona menyebut Deschamps adalah seorang pemain yang tidak memiliki skill dan bisanya hanya berlari dari ujung lapangan ke ujung lapangan yang lain. Akibat sikapnya yang arogan dan penuh kontroversial Cantona dicoret dari skuat Timnas Prancis. Tanpa kehadiran Cantona pada saat itu Prancis mengandalkan Striker-striker muda berbakat mereka dan terbukti Prancis lebih sukses dengan hal tersebut.(Muslich Basyirun – sisidunia.com)