sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ahok Merasa Pertolongan Tuhan di Bulan Ramadhan

Ahok Merasa Pertolongan Tuhan di Bulan Ramadhan



Jakarta – Menurut sebagian orang banjir yang terjadi di Jakarta merupakan ulah dari proyek reklamasi teluk Jakarta. Tetapi sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ahok menyanggah hal tersebut dan menyatakan bahwa peningkatan volume air laut disebabkan oleh cuaca yang sangat ekstrim sedang terjadi di Indonesia.

Ahok Merasa Pertolongan Tuhan di Bulan Ramadhan

Ahok juga mengungkapkan bahwa Tuhan membantunya di bulan Ramadhan kali ini. Ahok menyatakan hal tersebut tidak lain karena jika Ahok yang menerangkan kenapa volume air laut di Teluk jakarta meningkat dan mengakibatkan banjir tentunya masyarakat Jakarta bahkan warga Indonesia tidak akan mempercayai pernyataan tersebut dan bahkan mengatakan Ahok hanya membela dirinya sendiri.

“Ini Tuhan nolong Ahok, ini jelasin teorinya. Di Bali naik kan, Kuta, Semarang naik, seluruh Indonesia ini sekarang muka air lautnya naik. Bukan karena reklamasi Ahok ya, kan sudah disetop. Jadi Tuhan nolong saya di bulan puasa yang baik ini,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/06/2016).

“Yang pasti laut baik bukan karena reklamasi, surut bukan karena dikeruk dasar lautnya, ini gaya tarik bulan, saya ulang-ulang ini bahwa ini karena pencairan es kutub karena pemanasan global,” ungkap Ahok.

Untuk mengantisipasi Jakarta yang akan tenggelam bak Amsterdam Ahok menyatakan bahwa pemerintah DKI Jakarta sudah bekerja sama dengan konsultan Belanda untuk membangun tanggul A dalam proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) setinggi 3,8 meter.

“Nah itu juga yang dinamain Giant Sea Wall, itu cerita 30 tahun yang akan datang, jadi selamatin 10, 20 tahun ke 30 tahun ini apa? Ya NCICD A. Kalau kamu bilang ini bohong jangan berdebat sama saya. Kamu berdebat saja sama yang pintar-pintar, saya kan hanya baca laporan, laporan dari tahun 1973,” terang Ahok.