Home » Gaya Hidup » Perempuan di Arab Saudi Dilarang Sentuh Pisang

Perempuan di Arab Saudi Dilarang Sentuh Pisang



Jakarta – Di negara-negara yang memakai hukum agama seperti di Arab Saudi dan Irak banyak sekali fatwa haram yang dikeluarkan oleh para ulama yang dianggap menyudutkan kaum wanita, bahkan menjadi menggelikan.

Perempuan di Arab Saudi Dilarang Sentuh Pisang

Kaum wanita di sana seringkali dilarang melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh kaum pria. Bahkan di suatu negara ada yang melarang kaum hawa mengendarai kendaraan sendiri, termasuk tidak boleh mengendarai sepeda.

Berikut beberapa fatwa haram bagi wanita yang justru terkesan menggelikan:

Perempuan di Arab Saudi Diharamkan Jadi Kasir
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Muhammad al-Bogami di Arab Saudi baru-baru ini menyebutkan bahwa mempekerjakan wanita sebagai kasir toko adalah bentuk perdagangan manusia, seperti halnya eksploitasi seksual, kerja paksa atau penjualan organ tubuh.

Bogami mengungkapkan, pekerjaan sebagai kasir toko memungkinkan perempuan tersebut berinteraksi dan digoda oleh kaum adam.

“Perempuan seharusnya mencari pekerjaan lebih baik yang tidak membuat mereka harus berinteraksi dengan laki-laki,” bunyi sebuah fatwa resmi yang dikeluarkan oleh Dewan Ulama, otoritas tertinggi di Arab Saudi.

Perempuan di Arab Saudi Dilarang Sentuh Pisang
Seorang ulama Arab Saudi yang kini tinggal di salah satu negara Eropa pernah mengeluarkan fatwa yang melarang perempuan di Arab Saudi untuk menyentuh pisang dan mentimun, karena digambarkan mirip dengan alat kelamin pria.

Bila ingin menyentuh atau memakannya harus didampingi oleh suami atau ayah dan pisang atau mentimun tersebut harus dipotong-potong terlebih dahulu.

Perempuan di Arab Saudi yang Jomblo Dilarang Makan di Restoran
Beberapa pemilik restoran di Arab Saudi keberatan bila perempuan yang tidak memiliki pasangan masuk ke dalam restoran mereka karena seringkali mereka melakukan tebar pesona dan melakukan hal-hal yang tidak bertata krama, seperti merokok, kegenitan, atau berbicara keras-keras seolah tak peduli dengan sekitar mereka.

“Dengan membawa pasangan mereka jauh lebih bertata krama,” ujar salah seorang pemilik restoran di Arab Saudi.

Perempuan di Iran Dilarang Nonton Bola Bareng
Kepolisian Ibu Kota Teheran mengharamkan kaum hawa bergabung dengan pria di acara nonton bareng.

“Tidak tepat jika lelaki dan perempuan menonton bola bersama,” kata Wakil Kepala Polisi Teheran Bidang Sosial Bahman Kargar.

“Saat menonton biasanya pria mengeluarkan kata-kata kotor, vulgar, dan ini tidak pantas untuk perempuan,” ujarnya.

Pemisahan tempat di ruang publik antara pria dan wanita sudah biasa terjadi di Iran. Wanita di Iran misalnya, menempati kursi tersendiri di dalam bus yang terletak di belakang dan dipisahkan oleh sekat dengan penumpang pria.

Perempuan di Israel Dilarang Naik Sepeda
Seorang rabbi ultra-ortodoks Israel yang berasal dari distrik Nahloat pernah mengeluarkan fatwa yang melarang gadis di atas lima tahun untuk mengendarai sepeda karena dianggap “mengundang” dan “melanggar kesopanan”.

“Kami memberitahukan kepada seluruh orangtua untuk mewajibkan larangan bagi putri di atas lima tahun berbuat hal yang terlarang seperti ini (naik sepeda),” kata fatwa itu.
(Samsul Arifin)