Home » News » Tiga Anggota ISIS Yang Akan Rencanakan Bom Bunuh Diri Tertangkap di Jerman

Tiga Anggota ISIS Yang Akan Rencanakan Bom Bunuh Diri Tertangkap di Jerman



Berlin – Pihak keamanan Jerman berhasil menangkap tiga orang warga negara Suriah yang diduga tergabung dalam kelompok teroris ISIS. Ketiga ditangkap karena akan melakukan teror bom bunuh diri di Jerman.

Tiga Anggota ISIS Yang Akan Rencanakan Bom Bunuh Diri Tertangkap di Jerman

AFP melaporkan pada Sabtu (4/6/2016), dari tiga orang yang telah ditangkap, dua orang berencana akan melakukan aksi bom bunuh diri dengan meledakkan rompi bom yang mereka kenakan, sedangkan seorang lagi akan menyerang pejalan kaki di Kota Duesseldorf degan senjata api yang telah ia siapkan.

“Dua penyerang telah mengatur bahan peledak di rompi mereka saat berada di Heinrich-Heine-Allee, salah satu jalan utama di Duesseldorf. Setelah itu penyerang lainnya akan membunuh pejalan kaki sebanyak-banyaknya menggunakan senjata api dan bahan peledak,” kata Jaksa Federal setempat kepada AFP.

Tiga orang yang tertangkap tersebut adalah Hamza C (27), Mahood B (25) dan Abd Arahman (31). Saat ini ketiganya ditahan dan diperiksa di kantor polisi Brandenburg dekat ibukota Berlin, Rhine-Westphalia dan Baden-Wurttemberg.

Sebelumnya, pada bulan Februari lalu, satu orang tersangka bom bunuh diri yang juga diduga tergabung dalam ISIS bernama Saleh (25) menyerahkan diri dan ditahan di Prancis.

“Sesuai investigasi yang dilakukan, keempatnya diduga berencana melakukan serangan bunuh diri di Jerman,” ujar jaksa tersebut.

Menurut keterangan, Saleh A dan Hamza C bergabung dengan ISIS awal tahun 2014 di Suriah. Mereka diperintahkan oleh pemimpinnya untuk melakukan serangan di kota Duesseldorf, Jerman. Mereka berdua kemudian menyeberang dari Suriah ke Turki pada bulan Mei 2014. Akhir tahun 2015 mereka berjalan sendiri-sendiri melalui negara Yunani hingga Jerman.

Sementara Abd Arahman telah berada di Jerman sejak bulan Oktober 2014 atas perintah pemimpinnya. Dia bertugas untuk membuat rompi bom bunuh diri. Lalu pada bulan Januari 2016, Saleh A dan Hamza C mempengaruhi Mahood B untuk bergabung dalam penyerangan tersebut.
(Samsul Arifin)