Home » News » Ahok Bisa Ditindak Bila Terbukti Terima Uang Rp 6 Miliar Untuk Gusur Kalijodo

Ahok Bisa Ditindak Bila Terbukti Terima Uang Rp 6 Miliar Untuk Gusur Kalijodo



Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dapat ditindakoleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bila terbukti menerima uang gratifikasi dari PT Agung Podomoro Land untuk keperluan menggusur lokalisasi Kalijodo.

Ahok Bisa Ditindak Bila Terbukti Terima Uang Rp 6 Miliar Untuk Gusur Kalijodo

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Lembaga Pengkajian Independen Kebijakan Publik (LPIKP), Prof Romli Atmasasmita saat mengomentari kasus kemungkinan Ahk menerima dana dari PT Agung Podomoro Land.

Menurut Prof Romli, bila uang yang diberikan dari PT Agung Podomoro Land itu masuk ke rekening Ahok pribadi secara langsung maka hal ini sudah termasuk dalam gratifikasi, dan KPK sudah bisa bertindak.

Menurut pakar hukum Abdul Fickar Hajar, KPK harus membuktikan informasi bahwa Ahok menerima dana sebesar Rp 6 Miliar untuk menggusur kawasam lokalisasi Kalijodo

“Itu fakta atau bukan, itu katanya atau memang terjadi, kalau terjadi, maka KPK sudah bisa masuk, apakah itu gratifikasi atau bukan,” kata Fickar, di Jakarta, Sabtu (4/6/2016).

Jika memang ada dana yang diberikan oleh PT Agung Podomoro Land, maka KPK iharus menelusuri apakah dana itu masuk ke rekening Ahok atau rekening Pemprov DKI.

“Kalau uang itu nyangkut ke Ahok sangat mungkin (sebagai gratifikasi), tapi kalau langsung tanpa masuk ke rekening Ahok, Ahok terima tapi bukan Ahoknya tapi DKI-nya, menurut saya kalau gratifikasi pejabatnya menerima, kalau lembaga menerima? Tapi okelah, kita serahkan saja ke KPK untuk memeriksa ada unsur gratifikasi atau tidak,” jelas Fickar.
(Samsul Arifin)