Home » News » Inilah Kronologi Penangkapan Restu Sinaga

Inilah Kronologi Penangkapan Restu Sinaga



Jakarta – Kepolisian dari Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap aktor Restu Sinaga di rumahnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (2/6/2016) karena kedapatan menyimpan beberapa jenis narkoba.

Inilah Kronologi Penangkapan Restu Sinaga

“Informasi berasal dari masyarakat ada penyalahgunaan narkoba,” kata Kapolres Jaksel Kombes Tubagus Ade Hidayat, Jumat (3/6/2016).

Pada saat polisi melakukan penangkapan, aktor yang pernah berperan di film “Unlimited Love” ini baru bangun tidur.

Berikut kronologi penangkapan Restu Sinaga kemaren.

Pada awal Mei lalu, polisi mendapatkan informasi soal Restu Sinaga. Polisi kemudian melakukan penyelidikan sehingga benar-benar ada barang bukti pada Restu Sinaga.

Pada Kamis (2/6/2016) pagi pukul 07.00 WIB, setelah polisi benar-benar yakin ada barang bukti pada Restu Sinaga maka mendatangi kediaman Restu di Jalan Pelita Nomor 12 RT 08 RW 02, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. Pada saat polisi datang, Restu Sinaga baru bangun tidur.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di dalam kamar Restu dan menemukan beberapa barang bukti narkoba berupa 10,75 gram ganja, 17 butir tablet psikotropika jenis dumolid, 26 butir tablet psikotropika jenis happy five, dan bungkus kokain yang sudah kosong.

Pada Kamis siang, polisi membawa Restu Sinaga ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan dan tes urine.

“Menurut pengakuan tersangka, ganja diberikan gratis oleh rekan P dan R. Sementara dumolit seharga Rp 600 ribu dan kokain ia beli sendiri,” ujar Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan Kompol Vivick Tanjung.

“Kokain dari luar negeri dari Amerika Selatan dan kita akan telusuri,” tegas Vivick

Setelah dilakukan pemeriksaan selama 1×24 jam dan tes urine, pada Jumat (3/6/2016) Restu Sinaga resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan

“Tersangka dikenakan Pasal 111 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika juncto Pasal 62 Undang-undang RI No. 5 Tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” kata Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Purwanta, melalui siaran pers, Jumat (3/6/2016).
(Samsul Arifin)