sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » FPI dan Ormas Lain Gelar Demo Anti PKI di Depan Istana Presiden

FPI dan Ormas Lain Gelar Demo Anti PKI di Depan Istana Presiden



Jakarta – Massa peserta Apel Akbar sudah mulai bergerak menuju Istana Merdeka. Massa bergerak dari Masjid Istiqlal setelah sebelumnya merapatkan barisan di silang Monas.

FPI dan Ormas Lain Gelar Demo Anti PKI di Depan Istana Presiden

Apel Akbar ini merupakan aksi lanjutan setelah digelarnya Simposium Anti PKI yang telah digelar selama 2 hari di Balai Kartini. Dalam barisan massa dapat dilihat berbagai perangkat demo berupa spanduk, poster dan bendera-bendera dari berbagai organisasi seperti Front Pembela Islam (FPI), Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Forum Umat Islam (FUI), Forum Komunikasi Putera Puteri Purnawirawan Polri Indonesia (FKPPI) dan organisasi lainnya.

Ribuan orang yang ikut dalam barisan pun terdiri dari pria dan wanita dari beragam usia. Mereka bergerak menuju Istana Presiden sekitar pukul 14.20 WIB.

“Ayo, ayo Jokowi, selamatkan NKRI dari Rongrongan PKI,” ucap barisan massa yang dipimpin dari mobil komando, Jumat (3/6/2016).

Sesekali mereka mengganti dan menambah yel-yel.

“Ayo, ayo Jokowi, selamatkan NKRI dari Rongrongan PKI. Biar kami hancur, biar binasa. Asal kan Islam berjaya untuk Indonesia,” seru mereka bersama.

Massa kemudian tiba di lajur Jalan Medan Merdeka Barat. Aksi demonstrasi disampaikan secara bergantian. Sebagai pembuka, Letjen TNI Purn. Kiki Syahnakri menyampaikan dua pesan kepada para massa dan orator.

“Ada dua pesan saya, pertama, jaga ketertiban, kita bukan massa liar. Kita manusia demokratis yang berdasarkan negara ini yang berdasar pada Pancasila. Jangan provokasi petugas,” ujar Kiki.

“Kedua, orasi jangan keluar dari tema perjuangan kita memperjuangkan Pancasila tanpa masuk kemana-mana termasuk politik praktis,” ucapnya. (Hendy – sisidunia.com)