Home » News » Eno “Pesan” Agar Kasur Berdarahnya Dikubur

Eno “Pesan” Agar Kasur Berdarahnya Dikubur



Jakarta – Kasur berdarah sebagai saksi bisu pembunuhan sadis yang menimpa Eno Fariha (18) dikuburkan berdasarkan “pesan” yang disampaikan Eno kepada temannya yang juga bekerja di PT Polyta Global Mandiri.

Eno “Pesan” Agar Kasur Berdarahnya Dikubur

“Jadi ada salah satu karyawan kami yang berkomunikasi dengan korban lewat batin, semacam punya indera keenam begitu. Bahwa Eno meminta agar kasurnya dikuburkan dan ketiga pelaku dihukum mati,” ungkap Manager HRD PT Polyta Global Mandiri, Macita Dedi, Jumat (27/5/2016).

Menurut Macita, teman Eno tersebut telah menyampaikan kepada sejak Jumat (20/6/2016) lalu, dan dirinya langsung berkomunikasi dengan orang tua Eno perihal “pesan” ini.

“Kami hubungi pihak keluarganya, kami tanya apakah kasurnya mau dikubur di dekat makam korban atau di mana, pihak keluarga menyerahkan kepada kami sehingga kasur korban dikubur di TPU Rawabadak, Cengklong, Teluknaga, masih dekat-dekat TKP,” ungkap Macita.

Selain kepada keluarga, rencana penguburan kasur tersebut juga ia beritahukan kepada penyidik Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang menyidik kasus ini.

“Saya juga sudah bicara sama Pak Dedi penyidik Resmob, karena ada wasiat dari korban, ini barang bukti kasur apakah boleh dikuburkan atau dibakar. Kata Pak Dedi, tidak masalah karena penyidik sudah menyita bantal berdarah dan baju korban serta barang bukti lainnya,” jelasnya.

Setelah mendapatkan ijin, pihak perusahaan kemudian menguburkan kasur ini layaknya menguburkan jenasah dengan lebih dulu dimandikan dan disalatkan.
(Samsul Arifin)