Home » News » Apa Yang Terjadi Jika Disuntik Kimiawi dalam Hukuman Kebiri?

Apa Yang Terjadi Jika Disuntik Kimiawi dalam Hukuman Kebiri?



Jakarta – Presiden Joko Widodo pada Rabu (25/5/2016) kemaren menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Apa Yang Terjadi Jika Disuntik Kimiawi dalam Hukuman Kebiri?

Di salah satu ayat dalam Perppu tersebut tercantum mengenai hukuman tambahan yaitu hukuman kebiri secara kimiawi. Lantas apa pengaruh atau efek yang terjadi jika seseorang dikebiri dengan cara ini?

Sebenarnya ada dua macam teknik untuk melakukan kebiri, yakni kebiri fisik dan kebiri kimiawi. Kebiri fisik dilakukan dengan cara mengamputasi organ seksual pelaku sehingga kekurangan hormon testoteron.

Sedangkan kebiri kimiawi dilakukan dengan cara menyuntikkan zat kimia anti-androgen ke tubuh seseorang supaya produksi hormon testosteron di tubuh mereka berkurang. Efeknya sama dengan kebiri secara fisik.

Ketua Bagian Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar, Wimpie Pangkahila mengatakan, di jaman modern ini kebiri secara kimiawi lebih banyak dilakukan dibandingkan dengan cara membuang testis.

Kebiri kimiawi juga mempunyai efek samping yaitu dapat mengurangi kepadatan tulang sehingga meningkatkan resiko osteoporosis, dan mengurangi massa otot sehingga memperbesar kemungkinan penumpukan lemak.

Namun demikian, kebiri kimiawi tidak bersifat permanen karena jika pemberian zat anti-androgen ini dihentikan maka efeknya juga otomatis akan berhenti sehingga pelaku akan mendapatkan fungsi seksualnya kembali.
(Samsul Arifin)