Home » News » Penampakan Susno Duadji, Dari Memanggul Pacul Hingga Ngopi di Warung

Penampakan Susno Duadji, Dari Memanggul Pacul Hingga Ngopi di Warung



Jakarta – Masih ingat dengan sosok mantan Kabareskrim Mabes Polri yang membuat heboh beberapa tahun lalu dengan kasus korupsinya sehingga menimbulkan permusuhan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kemudian memunculkan istilah “Cicak vs Buaya”?

Penampakan Susno Duadji, Dari Memanggul Pacul Hingga Ngopi di Warung

Pada saat itu, jenderal bintang tiga ini terbukti melakukan melakukan suap Rp 500 juta dari pengacara Haposan Hutagalung melalui Sjahril Djohan dalam penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari. Ia divonis 3 tahun 6 bulan dan harus membayar uang pengganti sebesar Rp 4,2, miliar.

Susno Duadji juga terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang saat dirinya masih menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat dalam kasus pemotongan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat pada 2008 sehingga merugikan negara sebesar Rp 8,1 miliar.

Susno Duadji akhirnya harus menjalani hukuman selama 3,5 tahun di Lembaga Permasyarakatan Cibinong pada mulai Mei 2013 lalu.

Kini setelah bebas, muncul beberapa foto dari Susno Duadji saat berada di kampung halamannya, di Sumatera Selatan.

Melalui akun Facebook-nya, Susno Duadji mengunggah foto-foto dirinya saat berada di tengah sawah dengan membawa cangkul, berbelanja ke pasar, atau duduk bersama masyarakat di warung kopi.

Penampakan Susno Duadji, Dari Memanggul Pacul Hingga Ngopi di Warung
Penampakan Susno Duadji, Dari Memanggul Pacul Hingga Ngopi di Warung
Penampakan Susno Duadji, Dari Memanggul Pacul Hingga Ngopi di Warung

“Sejak purna tugas sy lbh banyak di kampung halaman bertani ngerjakan lahan warisan orang tua,; kebun, sawah, dan pekarangan, sedikit kolam ikan. sawah ini adalah warisan org tua saya yg juga petani, luasnya tidak seberapa. sekarang saya garap sendiri, benaran loh !!!” demikian penjelasan dalam akun tersebut.

Kini lulusan Akademi Polisi tahun 1977 itu kabarnya sedang menjajaki diri untuk maju di Pilkada Sumatera Selatan 2017.
(Samsul Arifin)