sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Demi ISIS, Dokter Ini Rela Tinggalkan Istri dan Anak

Demi ISIS, Dokter Ini Rela Tinggalkan Istri dan Anak



London – Paham atau ideologi bisa membuat seseorang mengambil keputusan ekstrim yang mungkin tidak akan dimengerti oleh orang lainnya pada umumnya.

Demi ISIS, Dokter Ini Rela Tinggalkan Istri dan Anak

Hal ini juga menimpa pada seorang dokter dari Inggris yang bernama Issam Abuanza ini. Issam Abuanza (37) diketahui telah meninggalkan anak dan istrinya untuk bergabung dengan kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

Berita ini diperoleh dari bocornya dokumen rekruitmen milik ISIS yang kemudian dilansir BBC, Rabu (25/5/2016).

Abuanza yang diketahui mendapatkan lisensi praktek di Inggris pada tahun 2009 ini meninggalkan istri dan dua orang anaknya di Sheffield pada 2014.

Saudara perempuan Abuanza mengatakan, kedua orang tua mereka tidak akan memaafkan keputusan dari Abuanza untuk bergabung dengan ISIS.

Sementara sang istri sendiri mengaku tak ada satu pun orang, termasuk dia dan orangtua Abuanza yang mengetahui rencana suaminya itu.

Pada Januari 2015 lalu, Abuanza, melalui akun Facebooknya, merayakan keberhasilan penyerangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo di Prancis yang menewaskan 12 orang staf majalah.

Demi ISIS, Dokter Ini Rela Tinggalkan Istri dan Anak

“Terpujilah Tuhan untuk aksi teroris ini. Tuhan akan membunuh semua musuhnya, mulai dari militer, sipil, laki-laki, wanita, dewasa, maupun anak-anak,” demikian tulis Abuanza .

Pada minggu berikutnya, Abuanza menulis sebuah komentar kejam terkait pilot asal Jordan yang dibakar hidup-hidup.

“Saya sangat suka jika dia dibakar pelan-pelan sekali, dan saya bisa merawat dia dulu, sehingga kita bisa menyiksa dia sekali lagi,” tulisnya.

Pihak Rumah Sakit Scarborough tempat Abuanza bekerja dari Oktober 2012 hingga Agustus 2013 mengaku heran atas keputusan Abuanza untuk bergabung dengan ISIS. Mereka tidak mengerti bagaimana mungkin seseorang yang dulunya bekerja untuk menyelamatkan nyawa orang lain kini bergabung dengan organisasi teroris yang tidak mengenal rasa kemanusiaan
(Samsul Arifin)