Home » News » Permintaan Terakhir Eno Sebelum Meninggal

Permintaan Terakhir Eno Sebelum Meninggal



Jakarta – Eno Fariah (19) yang meninggal setelah jadi korban pembunukan secara sadis oleh tiga orang pelaku pada Kamis (12/5/2016) malam di mess pabrik tempat korban bekerja pernah minta dibelikan motor kepada ayahnya.

Permintaan Terakhir Eno Sebelum Meninggal

“Sebelum meninggal Enno pernah minta motor untuk pulang pergi kerja. Saya jadi merasa bersalah, padahal uang untuk beli motor sempat terkumpul sehari sebelum meninggal,” kata Arif Fikri (53), orangtua Enno di kediamannya, di Kampung Bangkir, Desa Pegandikan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (20/5/2016).

Selain itu, Arif menegaskan bahwa Enno tidak pernah dijodohkan dengan siapa pun. Pengakuan langsung dari ayah Eno ini sekaligus membantah pengakuan dari tiga orang pelaku pembunuhan yang mengaku bahwa mereka sakit hati karena Eno telah dijodohkan.

Seperti diketahui, Eno Fariah ditemukan dalam keadaan tewas mengenaskan oleh dua rekan sekamarnya, Tikroh dan Khuraerah, pada Jumat (13/5/2016) pagi, dibantu oleh karyawan pabrik lainnya yaitu Yaya Jaidi yang mendobrak pintu mess korban karena dalam keadaan tergembok dari luar.

Polisi telah menangkap tiga orang pelaku, yaitu Rahmat Arifin alias Arip (23), karyawan buruh di satu pabrik yang sama dengan korban, Imam Harpiadi alias Imam (23), pemuda yang sering nongkrong di dekat mes korban dan RAL (15), siswa kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kosambi, Kabupaten Tangerang.
(Samsul Arifin)