Home » News » Polisi Ungkap Modus Curi Uang ATM Dengan Ganjal Kartu

Polisi Ungkap Modus Curi Uang ATM Dengan Ganjal Kartu



Jakarta – Pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya baru saja mengungkap tindak pencurian uang melalui mesin ATM dengan modus mengganjal kartu dan menguras dana milik korban.

Polisi Ungkap Modus Curi Uang ATM Dengan Ganjal Kartu

Pada 19 Mei 2016, Unit 4 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin Kompol Teuku Arsya Khadafi berhasil menangkap pelaku, Mumuy M Stefani di tempat kosnya di daerah Tomang, Jakarta Barat.

“Pada saat korban berada di depan mesin, (kartu) ATM milik korban tertahan di gatecard atau pintu masuk kartu. Dan dalam keadaan panik datang dua laki-laki yang tidak dikenal berpura pura membantu mengeluarkan kartu ATM korban yang tertahan. Tak disadari kartu ATM korban ditukar oleh salah satu pelaku,” jelas Kasubdit Resmob Ditreskrimum PMJ AKBP Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Jumat (20/5/2016).

“Cara para tersangka melakukan perbuatannya yaitu dengan memasang jebakan untuk mengganjal ‘Gate Card’ atau pintu masuk kartu ATM dengan tusuk gigi atau batang korek api. Kemudian pelaku menjauh dari mesin ATM untuk melihat korban yang akan mengambil uang di mesin ATM tersebut, dan saat korban tidak bisa memasukan kartu ATM nya pelaku yang sudah melihat jenis kartu ATM korban kemudian juga menyiapkan kartu ATM dengan jenis yang sama namun kartu tersebut sudah tidak berfungsi,” ungkap Kompol Teuku Arsya.

Pelaku memanfaatkan keadaan korban yang sedang kebingungan dengan mendekati korban dan tanpa disadari menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM lain yang telah disiapkan. Setelah itu pelaku pergi dan ganti pelaku lainnya yang mendekati korban dengan maksud untuk mengetahui pin korban.

“Setelah itu pelaku kedua juga pergi dan kemudian kartu korban tersebut diambil uangnya oleh para pelaku yang sudah mendapatkan ATM korban dan sudah mengetahui PIN ATM korban yang sudah ditukar tersebut,” tambah Teuku Arsya.

Dalam penangkapan ini polisi menyita barang bukti berupa motor, air softgun, beberapa ponsel, tusuk gigi, dan sejumlah kartu ATM.
(Samsul Arifin)