sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Menkopolhukam Anggap Wajar Penolakan Menteri Pertahanan Bongkar Kuburan Massal

Menkopolhukam Anggap Wajar Penolakan Menteri Pertahanan Bongkar Kuburan Massal



Jakarta – Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan menilai penolakan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu terhadap rencana pembongkaran kuburan massal yang diduga adalah korban tragedi 1965 merupakan hal yang wajar dan dapat dibicarakan kembali.

Menkopolhukam Anggap Wajar Penolakan Menteri Pertahanan Bongkar Kuburan Massal

Luhut tidak terlalu mempersoalkan penolakan Ryamizard, namun dia menegaskan perlunya pembongkaran kuburan massal tersebut adalah untuk mengungkap fakta kebenaran tentang jumlah korban yang telah beredar luas dan dipercayai hingga kini.

“Ya kalau tidak setuju pengungkapan silakan saja. Saya tujuannya sudah jelas. Kita mau klarifikasi benar enggak itu (jumlahnya),” kata Luhut di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (20/5/2016).

Soal penolakan Menteri Pertahanan, Luhut berpendapat bahwa mungkin Ryamizard belum menangkap maksud sebenarnya dari yang ingin dia sampaikan soal perlunya pembongkaran kuburan tersebut.

“Kalau dia enggak mau (menolak pembongkaran) ya berarti dia setuju dengan (jumlah korban) 400 ribu itu. Kalau saya enggak setuju. Saya enggak lihat ada evidence (bukti-bukti),” pungkasnya.

Selain itu, Luhut juga ingin melibatkan pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan DNA, untuk menguji apakah benar mereka yang terkubur di sana adalah korban tragedi 1965.
(Samsul Arifin)