sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Insiden Pesawat Egypt Air MS 804 Diduga Karena Teror

Insiden Pesawat Egypt Air MS 804 Diduga Karena Teror



Kairo – Penyebab hilangnya kontak pesawat Egypt Air MS 804 yang terbang dari Paris menuju Kairo pada Kamis (19/5/2016) sekitar pukul 03.39 waktu Kairo ini hingga saat ini masih belum diketahui, namun berbagai spekulasi telah beredar termasuk dugaan karena teror.

Insiden Pesawat Egypt Air MS 804 Diduga Karena Teror

“Pencarian sedang dilakukan. Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan apapun, termasuk tentang penyebab kecelakaan,” kata Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail, saat jumpa pers, Kamis.

“Kita tidak bisa mengabaikan dugaan apapun, tapi juga tidak bisa mengonfirmasi apapun sebab pencarian dan investigasi masih berlangsung,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Presiden Prancis Francois Hollande yang mengatakan, sebagai negara yang kerap menjadi sasaran terorisme Prancis tidak bisa menepis begitu saja dugaan teror di balik hilangnya pesawat Egypt Air MS 804 ini, namun pihaknya juga tidak bisa gegabah karena pencarian masih berlangsung.

Berbeda dengan pendapat dari pemerintah Prancis dan Mesir, pengamat penerbangan Gerard Feldzer merasa yakin pesawat jatuh karena teror.

Pengamatan Gerard ini didasarkan karena umur pesawat tersebut masih relatif muda. Pesawat Egypt Air MS 804 pertama kali dioperasikan pada 2003, sedangkan pesawat jenis Airbus A230 biasanya difungsikan hingga 40 tahun, dengan demikian kecil kemungkinannya pesawat ini mengalami kerusakan mesin. Apalagi pesawat jenis ini memiliki catatan keselamatan yang sangat baik.

Hal yang sama juga disampaikan oleh mantan Direktur Biro Investigasi dan Penerbangan Prancis Jean Paul Troadec.

“Ini pesawat modern. Tidak mungkin terjadi insiden di tengah penerbangan saat pesawat berada dalam kondisi stabil,” kata Paul.
(Samsul Arifin)