sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Gereja Ini Sediakan Aulanya Untuk Shalat Jumat Bagi Jamaah Yang Masjidnya Terbakar

Gereja Ini Sediakan Aulanya Untuk Shalat Jumat Bagi Jamaah Yang Masjidnya Terbakar



Melbourne – Masyarakat di Kota Geelong yang berjarak satu jam dari Melbourne, memberikan dukungan dan bantuan setelah satu-satunya masjid di kota kecil itu terbakar.

Gereja Ini Sediakan Aulanya Untuk Shalat Jumat Bagi Jamaah Yang Masjidnya Terbakar

Sheikh Muhammad Saleem dari Dewan Imam Victoria mengatakan, pihaknya banyak menerima telepon dari beberapa pihak untuk menawarkan bantuan terkait musibah kebakaran yang dialami masjid di sana.

“Sejak pagi ini, kami telah menerima banyak telepon dari tokoh masyarakat di sekitar Melbourne dan Geelong… dukungan yang luar biasa,” kata Sheikh Muhammad.

“Saat saya sedang melihat (kondisi) masjid, saya cukup ‘kewalahan’ dengan dukungan yang diungkapkan warga sekitar. Saya sangat senang mendengar warga, baik pria maupun perempuan, yang tinggal di sana datang dan menawarkan bantuan secara langsung,” tambahnya.

Bahkan Gereja All Saints Anglican Parish di Newtown telah menghubungi Imam Masjid Geelong, Mohammad Ramzan, untuk menawarkan aula gereja tersebut untuk dipakai menjalankan ibadah shalat Jumat.

“Kami ingin membantu dengan cara apa pun yang kami bisa. Kami mengerti betapa mengejutkan dan menyedihkannya kehancuran tempat beribadah. Dengan kesamaan di antara kita, jelas kita ingin menjangkau dan membantu teman-teman Muslim untuk melanjutkan ibadah mereka,” kata Uskup Philip Huggins.

Pihak kepolisian setempat hingga kini masih menyelidiki peristiwa kebakaran masjid ini.

Dalam beberapa waktu, memang terjadi serangkaian kebakaran yang menargetkan gereja di wilayah Geelong. Terakhir pada April lalu, sebuah Gereja Presbyterian yang sudah berusia 103 tahun terbakar dengan cara yang mencurigakan.

Sebelumnya, pada Desember tahun lalu dua gereja dibakar dalam selang 30 menit di kawasan Norlane.

Pihak berwenang mencurigai para pelaku pembakaran telah salah sasaran karena bangunan masjid yang terbakar tersebut berbentuk seperti gereja karena memang masjid itu dulunya adalah sebuah gereja.
(Samsul Arifin)